kabar

Beberapa tokoh senior Saudi dibekuk atas tuduhan korupsi disiksa dan dipukuli

Jumlah yang ditahan sekitar 500 orang dan mereka yang diinterogasi sebanyak seribu orang.

10 November 2017 17:34

Beberapa tokoh senior Arab Saudi ditahan sejak Sabtu pekan lalu atas tuduhan korupsi mendapat disiksa dan dipukuli saat ditangkap atau ketika menjalani pemeriksaan.

Sejumlah sumber dalam istana Arab Saudi bilang kepada Middle East Eye, beberapa tersangka kasus rasuah itu mendapat siksaan di tubuh, namun tidak di wajah mereka.

Beberapa tahanan disiksa agar mau memberikan nomor rekening bank mereka.

Arab Saudi sejak minggu lalu mulai menangkapi kaum elite, termasuk pangeran, menteri, pejabat, dan konglomerat atas tudingan korupsi. Penangkapan besar-besaran ini atas perintah Komisi Pemberantasan Krupsi, dibikin beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Sebagian pihak menilai penangkapan tersebut merupakan siasat Pangeran Muhammad bin Salman buat membungkam para penentangnya dan memuluskan jalannya menuju singgasana, menggantikan ayahnya.

Sumber-sumber itu juga bilang jumlah yang ditangkap bukan 208 seperti diungkapkan Jaksa Agung Arab Saudi Saud al-Mujib kemarin. Angkanya mencapai 500 orang dan yang diinterogasi sekitar seribu orang.   

Dua anak lelaki dari mendiang Putera Mahota Pangeran Sultan bin Abdul Aziz, Pangeran Khalid bin Sultan dan mantan Duta Besar Arab Saudi buat Amerika Serikat Pangeran Bandar bin Sultan juga ditahan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman utarakan niatnya bunuh Khashoggi pada 2017

Bin Salman mengungkapkan gagasannya itu kepada dua asisten kepercayaannya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Saudi raup Rp 1.487 triliun dari hasil kompromi dengan tersangka koruptor

Meski dilepas, mereka dilarang keluar negeri dan harus memakai gelang kaki sebagai alat pengawasan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan CEO SoftBank Group Masayoshi Son usai penandatanganan nota kesepahaman di Kota New York, Amerika Serikat, 27 Maret 2018, buat membangun pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia. (Al-Arabiya/Supplied)

Lima pangeran Arab Saudi masih dilarang ke luar negeri

Bin Salman masih menyekap ibunya, Fahda al-Hathlin, dalam penjara bawah tanah di istana milik abangnya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Teka teki nasib Bin Salman

Beragam kebijakan blunder dibikin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman membikin dia tidak pantas menjadi raja Arab Saudi.





comments powered by Disqus