kabar

Saudi bantah Raja Salman segera lengser

Spekulasi itu meluas setelah kemarin Raja Salman kembali ke Ibu Kota Riyadh sehabis lawatannya ke Kota Madinah.

12 November 2017 22:00

Selentingan beredar kencang saat ini di Arab Saudi menyebutkan Raja Salman bin Abdul Aziz bakal segera lengser dan menyerahkan takhtanya kepada anak kesayangannya, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Spekulasi itu meluas setelah kemarin Raja Salman kembali ke Ibu Kota Riyadh sehabis lawatannya ke Kota Madinah. Apalagi lebih dari selusin pangeran senior ditangkap atas tudingan korupsi sejak Sabtu pekan lalu.

Namun seorang pejabat senior Saudi menolak ditulis namanya membantah rumor tersebut. Dia menekankan Raja Salman tidak bakal tunrun takhta. "Tidak ada kemungkinan apapun Raja Salman akan lengser," katanya.

Dia menjelaskan para penguasa negara Kabah bakal tetap menjadi raja meski kesehatan mereka memburuk. Dia mencontohkan mendiang Raja Fahad bin Abdul Aziz tetap bertahan hingga wafat pada 2005, walau kesehatannya memburuk beberapa tahun menjelang kematiannya.

Karena itu, dia memastikan Raja Salman akan tetap berkuasa lantaran kondisi fisik dan mentalnya bagus. "Pihak-pihak berpikir sebaliknya tidak memahami kebiasaan dan tradisi keluarga kerajaan di Arab Saudi," ujar pejabat tersebut.

Raja Salman sudah menyingkirkan para pangeran senior untuk memberi jalan bagi anaknya menuju singgasana. Dia memberhentikan Putera Mahkota Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz pada April 2015 dan menjadikan Pangeran Muhammad bin Salman sebagai wakil putera mahkota.

Juni lalu, Raja Salman mencopot Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Nayif dan digantikan oleh anaknya itu. Namun sampai sekarang jabatan wakil putera mahkota kosong.

Meski belum menjadi raja, Pangeran Muhammad bin Salman telah menguasai sektor militer, ekonomi, dan politik di Saudi. Selain putera mahkota, dia menjabat menteri pertahanan, menteri dalam negeri, kepala Dewan Ekonomi dan Pembangunan, serta yang terakhir ketua Komisi Pemberantasan Korupsi.  

Arab Saudi pernah memiliki pengalaman raja mereka lengser sebelum ajal menjemput. Pada 1960-an keluarga kerajaan memaksa Raja Saud bin Abdul Aziz menyerahkan takhtanya kepada Pangeran Faisal bin Abdul Aziz. Pergantian waktu itu berlangsung saat negeri Dua Kota Suci ini dibelit krisis ekonomi.

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Kelompok pembangkang serukan Pangeran Ahmad rebut takhta Raja Salman

Pangeran Ahmad termasuk tiga orang menolak penunjukan Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Kudeta ancam Arab Saudi

"Dalam waktu dekat kita akan menyaksikan kudeta terhadap raja dan putera mahkota," kata Pangeran Khalid.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mencium tangan abang tirinya, Pangeran Talal bin Abdul Aziz saat datang menjenguk di Rumah Sakit Raja Faisal, Riyadh, November 2017. (Sabq)

Raja Salman bela anaknya meski tangkapi ulama

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman diangkat menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, Arab Saudi sudah menahan lusinan ulama, wartawan, aktivis, dan akademisi semena-mena tanpa proses peradilan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Raja Salman berencana copot anaknya dari jabatan putera mahkota

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz, adik dari Raja Salman, merupakan pengganti cocok.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

tkw suriah

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

15 Februari 2019

TERSOHOR