kabar

Kardinal Libanon menjadi pemimpin agama Kristen pertama mengunjungi Arab Saudi

Dalam pertemuan dengan Raja Salman, Kardinal Rahi menggunakan jubah kebesarannya dan bahkan tanda salib menggantung di dadanya.

14 November 2017 17:21

Kardinal Bechara Boutros ar-Rahi dari Libanon semalam tiba di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi.

Dia menjadi pemimpin umat Nasrani pertama mengunjungi negara Kabah itu. Dia datang atas undangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz.  

Rahi, pemimpin Gereja Kristen Maronite, hari ini bertemu Raja Salman, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, dan dijdwalkan pula bertemu Perdana Menteri Libanon Saad Hariri, berada di Riyadh sejak awal bulan ini.

Dalam pertemuan dengan Raja Salman, Kardinal Rahi menggunakan jubah kebesarannya dan bahkan tanda salib menggantung di dadanya. Ini sesuatu amat bersejarah karena di Arab Saudi penganut agama selain Islam tidak memiliki tempat ibadah dan dilarang memakai simbol-simbol agama mereka di tempat umum.

Arab Saudi hingga kini menjadi satu-satunya negara di kawasan Arab Teluk tidak memiliki gereja bagi umat Nasrani.

Walid Ghayyad, juru bicara Kardinal Rahi, bilang sang pastor membawa pesan cinta dan keterbukaan dalam lawatannya ke Saudi, negara tengah bergeser ke arah lebih terbuka dan moderat. "Kami berterima kasih atas undangan kepada Kardinal Rahi dalam lawatan bersejarah ini," katanya.

Sebelum meninggalkan Beirut, Rahi bilang Saudi sudah lama menyokong Libanon. "Hubungan antara kedua negara berdasarkan persahabatan dan persaudaraan," ujarnya.

Sejatinya, Raja Arab Saudi Saud bin Abdul Aziz pernah mengunjungi Gereja Kristen Maronite di Bkriki, Bukit Libanon, pada 1953. Raja Abdullah bin Abdul Aziz juga pernah bertemu Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Benediktus pada November 2007.

Rahi menjadi pemimpin sekte Maronite, komunitas Kristen terbesar di Libanon sekaligus aliran gereja Katolik terbanyak di Timur Tengah, sejak 2011 dan setahun kemudian diangkat menjadi kardinal oleh Paus Benediktus.

Lawatan kardinal Rahi ini berlangsung di tengah ketegangan hubungan kedua negara, setelah Perdana Menteri Rafik Hariri mengumumkan pengunduran dirinya dari Riyadh awal bulan ini.    

Ben Tzion, lelaki Yahudi asal Israel, berpose di dalam Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi. (Times of Israel/Courtesy)

Lelaki Yahudi asal Israel berhasil masuk ke Masjid Nabawi

Ben Tzion mengaku tahun lalu pelesiran ke Kota Qm, Iran. Dia juga pernah ke Beirut dan Amman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Putera mahkota Saudi tahan adik Raja Salman

Pangeran Ahmad termasuk tiga dari 34 anggota komite suksesi menolak penunjukan Pangeran Muhammad bin Salman sebagai putera mahkota.

Peta menunjukkan Sidi Bulaalam, kota kecil di barat daya Maroko menjadi lokasi meninggalnya 15 perempuan karena berebut makanan sedekah pada 19 November 2017. (Middle East Eye)

15 perempuan meninggal di Maroko karena berebut makanan sedekah

Menurut seorang saksi, yang dibagikan berupa terigu, minyak goreng, dan gula.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Hasil pemerasan terhadap pangeran dan konglomerat masuk rekening anak Raja Salman

Semua menteri di era Raja Fahad dan Raja Abdullah ditangkap.





comments powered by Disqus