kabar

Arab Saudi peras para pangeran dan konglomerat ditahan sebagai syarat pembebasan.

Syarat tambahan bagi para pangeran adalah menandatangani surat sumpah setia kepada Pangeran Muhammad bin Salman, calon raja Arab Saudi.

17 November 2017 05:59

Akhirnya terbongkar pula alasan sebenarnya dari pembersihan dilakukan Putera Mahkota Aab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman atas nama korupsi. Para pangeran, pejabat, dan konglomerat ditahan tersebut mesti menyerahkan harta mereka sebagai syarat untuk dibebaskan.

Dua orang sumber mengetahui hal ini mengungkapkan dalam beberapa kasus pemerintah Arab Saudi memaksa kaum supertajir dituding terlibat rasuah itu menyerahkan 70 persen harta mereka kepada negara, seperti dilansir surat kabar the Financial Times kemarin.

Siasat ini berhasil. Beberapa tahanan korupsi kelas elite itu bersedia menyerahkan harta mereka sebagai syarat pembebasan. "Mereka meminta tebusan dengan orang-orang ditahan di Ritz," kata salah satu sumber. "Serahkan harta Anda dan Anda bakal dibebaskan."

Arab Saudi sejak awal bulan ini menangkapi ratusan pangeran, pejabat, dan konglomerat dalam pembersihan atas nama kampanye antikorupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi diketuai oleh Pangeran Muhammad bin Salman.   

Mereka yang ditahan termasuk pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dan Abdullah bin Sulaiman ar-Rajhi, putra dari konglomerat perbankan Sulaiman bin Abdul Aziz ar-Rajhi. Kebanyakan ditahan dalam Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi.

Seorang tahanan mengatakan kepada stafnya, pemerintah Arab Saudi meminta salah satu bisnis utamanya sebagai syarat pembebasan dirinya.

Bagi para pangeran, selain mesti menyerahkan harta mereka, syarat tambahan untuk dibebaskan adalah menandatangani surat sumpah setia kepada Pangeran Muhammad bin Salman, calon raja Arab Saudi.  

Sumber Albalad.co membenarkan perundingan untuk pembebasan dengan membayar tebusan itu pun dipimpin langsung oleh Pangeran Muhammad bin Salman. Dia menambahkan salah satu alasan Pangeran Al-Walid dibekuk lantaran dia menolak ikut mendanai proyek kota raksasa Neom senilai lebih dari US$ 500 miliar.

Dia menambahkan Pangeran Al-Walid dilepaskan akhir pekan lalu dan kemungkinan besar bersedia membayar tebusan. 

Jaksa Agung Arab Saudi Saud al-Mujib pekan lalu bilang mereka yang ditahan atas nama korupsi berjumlah 201 orang. Sebanyak 1.700 rekening senilai lebih dari US$ 800 miliar telah dibekukan.  

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman utarakan niatnya bunuh Khashoggi pada 2017

Bin Salman mengungkapkan gagasannya itu kepada dua asisten kepercayaannya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Saudi raup Rp 1.487 triliun dari hasil kompromi dengan tersangka koruptor

Meski dilepas, mereka dilarang keluar negeri dan harus memakai gelang kaki sebagai alat pengawasan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan CEO SoftBank Group Masayoshi Son usai penandatanganan nota kesepahaman di Kota New York, Amerika Serikat, 27 Maret 2018, buat membangun pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia. (Al-Arabiya/Supplied)

Lima pangeran Arab Saudi masih dilarang ke luar negeri

Bin Salman masih menyekap ibunya, Fahda al-Hathlin, dalam penjara bawah tanah di istana milik abangnya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Teka teki nasib Bin Salman

Beragam kebijakan blunder dibikin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman membikin dia tidak pantas menjadi raja Arab Saudi.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

tkw suriah

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

15 Februari 2019

TERSOHOR