kabar

Amerika larang warganya ke Arab Saudi

Larangan berkunjung ke Arab Saudi bagi warga Amerika ini diterbitkan saat suhu politik di negeri Bani Saud itu tengah meninggi.

22 November 2017 13:57

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat kemarin memperingatkan warganya untuk tidak mengunjungi Arab Saudi. Alasannya, negara Kabah itu terancam serangan kaum militan dan peluru kendali ditembakkan pemberontak Al-Hutiyun di Yaman.

Peringatan ini dikeluarkan setelah Sabtu tiga pekan lalu peluru kendali ditembakkan milisi Al-Hutiyun di Yaman mengarah ke Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. Peluru kendali itu berhasil ditembak jatuh dekat Bandar Udara Raja Khalid di Riyadh tanpa ada korban luka. 

"Ancaman teroris sudah lama ada di seantero Arab Saudi, termasuk kota-kota besar seperti Riyadh, Jeddah, dan Dhahran," kata Departemen Luar Negeri Amerika. "Serangan bisa terjadi kapan saja tanpa ada peringatan lebih dulu."

Departemen Luar Negeri Amerika menyebutkan kelompok-kelompok teroris, termasuk ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) serta afiliasinya, telah menyasar kepentingan Saudi dan Barat, masjid, dan lokasi-lokasi banyak dikunjungi warga negara Amerika dan Barat lainnya.

Bulan lalu, seorang lelaki bersenjata menembak mati dua pengawal istana milik Raja Salman bin Abdul Aziz di Kota Jeddah dan melukai tiga orang lainnya.

Larangan berkunjung ke Arab Saudi bagi warga Amerika ini diterbitkan saat suhu politik di negeri Bani Saud itu tengah meninggi, lantaran Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman melakoni bersih-bersih atas nama korupsi.

Sejak awal bulan ini, Pangeran Muhammad bin Salman menangkapi ratusan anggota keluarga kerajaan, konglomerat, pejabat, dan perwira militer atas tudingan rasuah. 

Sebagian pihak menilai langkah itu merupakan siasat Pangeran Muhammad bin Salman buat menyingkirkan lawan-lawan politiknya.

 

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Bandar al-Galud)

Putera mahkota Arab Saudi batalkan lawatan ke Indonesia

Kunjungan ke Mayasia juga dibatalkan.

Menteri Luar Negeri Yaman duduk di samping Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat pembukaan konferensi perdamaian di Timur Tengah, digelar pada 14 Februari di Ibu Kota Warsawa, Polandia. (Arab Observer)

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

Kuasa Usaha Sementara Indonesia untuk Suriah Didi Wahyudi pada Jumat, 28 Agustus 2015, melepas 13 tenaga kerja perempuan akan dipulangkan ke Indonesia. (KBRI Damaskus buat Albalad.co)

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 12 Februari 2019. (Twitter)

Putera mahkota Saudi tiba di Jakarta Senin sore

Ini bakal menjadi lawatan luar negeri pertama Bin Salman setelah citra Saudi dan dirinya ternoda akibat pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.





comments powered by Disqus