kabar

Israel pasok informasi intelijen kepada Arab Saudi soal Iran dan kelompok Islam radikal

"Hal terpenting bagi Israel adalah Arab Saudi juga memusuhi Iran," ujarnya.

22 November 2017 20:50

Hubungan gelap antara Israel dan Arab Saudi kian terkuak. Dua mantan pejabat intelijen di Tel Aviv membenarkan Israel telah memasok informasi-informasi intelijen penting kepada Arab Saudi untuk menghadapi Iran dan kelompok-kelompok Islam radikal.

Menurut Ram Ben Barak, pernah menjabat wakil direktur Mossad dan manajer umum di Kementerian Urusan Strategis Israel, serta Yacov Ami Dror, bekas penasihat keamanan nasional untuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan komandan Divis Riset Intelijen Militer, suplai informasi intelijen kepada Arab Saudi itu sejalan dengan kepentingan nasional. Alasannya, informasi-informasi intelijen itu dipakai untuk menghadapi musuh bersama.

Kepada surat kabar the Jerusalem Post, Ben Barak dan Dror bilang kian terbongkarnya kerja sama intelijen antara negara Zionis dan negeri Kabah itu menunjukkan hubungan antara kedua negara kian erat.

Ben Barak mengatakan kerja sama intelijen dengan Arab Saudi bukan hal mengagetkan. "Arab Saudi tengah memerangi terorisme, Islam radikal, dan perluasan pengaruh serta wilayah Iran di Timur Tengah," katanya. "Ketika ada kesamaan kepentingan dari dua pihak, alamiah saja mereka bekerja sama dan membangun kemitraan."

Dia menambahkan informasi intelijen diberikan Israel kepada Arab Saudi adalah berupa daftar orang-orang mesti ditangkap. Dia mengungkapkan informasi intelijen tergolong sensitif disampaikan lewat pertemuan langsung, sedangkan informasi tidak begitu sensitif dipasokan secara elektronik.

Yacov Ami Dror menegaskan Israel akan selalu senang berbagi informasi intelijen dengan negara atau pihak mana saja memusuhi Iran dan organisasi-organisasi pendukung negara Mullah tersebut. "Hal terpenting bagi Israel adalah Arab Saudi juga memusuhi Iran," ujarnya.  

Kedua negara sama-sama menuding Iran sebagai penyebab ketidakstablilan di Timur Tengah dan ancaman bagi perdamaian di kawasan itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Netanyahu targetkan buka hubungan diplomatik dengan Arab Saudi tahun depan

Banyak negara Arab ingin bekerjasama dengan Israel dalam sektor keamanan dan pertahanan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengadakan pertemuan dengan para tokoh agama di New York, Amerika Serikat, 28 Maret 2018. (Al-Arabiya)

Bin Salman bujuk Netanyahu serbu Gaza

Anak Raja Salman ini pada September tahun lalu berkunjung ke Israel dan bertemu Netanyahu.

Pelajar asal Arab Saudi, Badr al-Muhim, peraih medali emas di Olimpiade Kimia Internasional ke-50, menolak berdiri di sebelah kontestan dari Israel meraih medali perak, Raz Lotan. (Screenhot Twitter)

Pelajar Arab Saudi menolak berdiri di sebelah kontestan asal Israel

Badr akhirnya memilih berdiri di samping kontestan asal Iran.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Para pejabat tinggi Arab Saudi dan Israel bertemu secara rahasia di Kairo

Negara Kabah tidak lagi memandang negeri Zionis itu sebagai musuh terbesar di Timur Tengah.





comments powered by Disqus