kabar

Arab Saudi sita rekening dan aset milik pangeran dan konglomerat ditahan senilai US$ 194 miliar

Sekitar 90 persen dari 1.400 rekening dibekukan adalah milik anggota keluarga kerajaan.

28 November 2017 20:11

Hampir sebulan sejak penangkapan besar-besaran terhadap pangeran, konglomerat, pejabat, dan perwira militer, Arab Saudi sudah membekukan rekening dan aset mereka senilai lebih dari US$ 194 miliar.

"Putera mahkota Saudi telah membekukan lebih dari US$ 194 miliar dari rekening bank dan aset-aset kepunyaan orang-orang ditahan," kata seorang sumber kepada Daily Mail.

Sumber lainnya bilang kepada Financial Times, 90 persen dari 1.400 rekening dibekukan adalah milik anggota keluarga kerajaan.

Putera Mahkota Arab Saudi sekaligus Ketua Pemberantasan Korupsi Pangeran Muhammad bin Salman bilang 95 persen dari ratusan pangeran, konglomerat, pejabat, dan perwira militer ditangkap atas tuduhan korupsi setuju untuk menyerahkan harta mereka sebagai syarat pembebasan.

"Kami menunjukkan kepada mereka semua dokumen kami miliki dan segera setelah mereka melihat itu, sekitar 95 persen sepakat untuk berkompromi (menyerahkan harta mereka)," kata Pangeran Muhammad bin Salman.

Dia menambahkan sebanyak satu persen tersangka mampu membuktikan mereka bersih, sedangkan empat persen lainnya mengklaim mereka tidak terlibat rasuah dan siap bertarung di pengadilan.

Arab Saudi sejak 4 November lalu menangkapi ratusan kaum elite atas tudingan korupsi. Penangkapan besar-besaran ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, baru dibentuk beberapa jam sebelumnya. Mereka ditahan di tiga hotel di Ibu Kota Riyadh, yakni Ritz Carlton, Courtyard, dan Diplomatic Quarter.

Pangeran Muhammad bin Salman meminta hingga 70 persen harta sebagai syarat pembebasan. Sedangkan untuk para pangeran ditambah dengan syarat bersumpah setia kepada anak Raja Salman bin Abdul Aziz tersebut.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi pecat tiga imam masjid karena kebebasan berekspresi

Arab Saudi juga berencana memenggal kepala tiga ulama moderat sehabis Ramadan tahun ini, yakni Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Tiga teman Khashoggi terancam dibunuh oleh Arab Saudi

Ketiga orang ini adalah Iyad al-Baghdadi (tinggal di Norwegia), Umar Abdul Aziz (menetap di Kanada), dan satu orang belum diketahui identitasnya dan bermukim di Amerika.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi incar aktivis prodemokrasi di Norwegia untuk dibunuh

Baghdadi bilang polisi Norwegia datang ke rumahnya pada 25 April dan membawa dia lokasi aman dan dirahasiakan.





comments powered by Disqus