kabar

Universitas di Israel gelar konferensi membahas soal Indonesia

Sejumlah pejabat Israel pernah bilang kepada Albalad.co, Indonesia memiliki peran dan arti penting bagi negara Zionis itu.

28 November 2017 21:40

Hebrew University di Kota Yerusalem akan menggelar ssebuah konferensi atau seminar membahas mengenai sejarah, politik, dan budaya Indonesia. Acara ini bakal dilangsungkan besok hingga lusa di kampus itu.

Konferensi bertajuk Introducing Indonesia: History, Politics, Culture, ini diselenggarakan oleh Departemen Studi Asia Hebrew University dengan ketua penyelenggara adalah Profesor Ronit Ricci. Dia memusatkan penelitiannya pada sejarah dan kebudayaan Indonesia.

Informasi diperoleh Albalad.co menyebutkan konferensi tentang Indonesia tersebut akan terbuka buat umum dan gratis. Acara ini bakal dilangsungkan dihadiri 13 pembicara.

Mereka adalah Muhammad Ali dari University of California, Riverside, Giora Eliraz (Hebrew University, Yerusalem), Greg Fealy (Australian National University), Jesse Grayman (University of Auckland), Mery Kolimon (Universitas Kristen Artha Wacana), Mirjam Lucking (Hebrew University), Eva Nisa (University of Wellington), Ronit Ricci (Hebrew University), Lurie Sears (University of Washington), Ross Tapsell (Australian National University), Philips Vermonte (Center for Strategic and International Studies, Jakarta), Amrih Widodo (Australian National University), dan Daniel Ziev (pembuat film dan penulis independen).

Israel memang sangat berambisi untuk bisa membina hubungan diplomatik dengan Indonesia. Sejak era Presiden Abdurrahman Wahid, relasi dagang dan bisnis antara kedua negara mulai dibuka, namun tetap berjalan secara rahasia.

Sejumlah pejabat Israel pernah bilang kepada Albalad.co, Indonesia memiliki peran dan arti penting bagi negara Zionis itu.

Di Asia Tenggara, Israel sudah membuka hubungan diplomatik dengan Singapura, Myanmar, Thailand, dan Timor Leste.   

Delegasi muslim asal Indonesia, termasuk dua pejabat MUI - Profesor Istibsyaroh dan Kiai Mayshudi Suhud - saat diterima di kediaman Presiden Israel Reuven Rivlin pada 18 Januari 2017. (Albalad.co/Istimewa)

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah membahas rencana pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di gedung Putih pada Senin, 5 Maret 2018, waktu Washington DC. (Twitter/@netanyahu)

Kemlu Israel tidak bantah soal adanya pertemuan Netanyahu dan Jusuf Kalla

Pertemuan berlangsung Sabtu pekan lalu di New York.

Peserta program pendidikan pertanian di the Arava International Center of Agriculture Training (AICAT), berlokasi di selatan Israel. (aicat-arava.com)

52 mahasiswa Indonesia belajar pertanian di Israel

Mereka belajar selama sepuluh bulan dan lulus Juni lalu.

Kevin, kini berumur 9 tahun, anak penderita kelainan jantung berhasil diselamatkan tim dokter di Israel pada 2011. (Albalad.co/Istimewa)

Ibunya Kevin: Saya berterima kasih dokter Israel telah selamatkan nyawa anak saya

"Saya sangat berterima kasih kepada dokter-dokter Israel karena telah menyelamatkan nyawa putra saya," ujar Sriyanti.





comments powered by Disqus