kabar

Putera mahkota Saudi bebaskan anak mendiang Raja Abdullah setelah bayar US$ 1 miliar

Tiga pangeran lainnya segera dibebaskan.

29 November 2017 08:27

Sumber Albalad.co dekat dengan keluarga kerajaan hari ini bilang Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman kemarin membebaskan dua anak mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz, yakni mantan komandan Garda Nasional Pangeran Mutaib bin Abdullah dan bekas Gubernur Riyadh Pangeran Turki bin Abdullah.

Keduanya ditahan bareng ratusan anggota keluarga kerajaan, konglomerat, pejabat, dan perwira militer senior di atas tuduhan korupsi sejak awal bulan ini. Mereka ditahan di tiga hotel di Ibu Kota Riyadh: Ritz Carlton, Courtyard, dan Diplomatic Quarter.

Namun sumber itu mengaku tidak tahu apakah Pangeran Mutaib dan Pangeran Turki dikenai status tahanan rumah atau dilarang ke luar negeri.

Seorang pejabat Saudi bilang Pangeran Mutaib dibebaskan setelah membayar US$ 1 miliar, seperti dilansir Middle East Eye. Tiga anggota keluarga kerajaan lainnya sedang dalam proses finalisasi penyerahan harta sebagai syarat pembebasan.

Pangeran Muhammad bin Salmanpekan lalu mengatakan kepada New York Times, 95 persen tersangka korupsi itu bersedia memberikan harta mereka sebagai syarat pembebasan. 

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Janda Khashoggi gugat Bin Salman di pengadilan Amerika

Cengiz menuntut pertanggungjawaban Bin Salman dan orang-orang suruhannya atas penculikan, penyiksaan, pembunuhan, mutilasi, dan penghilangan potongan tubuh Khashoggi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Ulama Saudi diracuni dalam penjara

Syekh Muhammad bin Dalim al-Qahtani diracuni setelah memprotes kepada Bin Salman soal perlakuan buruk dia terima dalam penjara.

Marzuq Mashaan al-Utaibi has just launched a revolution against Al Saud regime in Saudi Arabia by establishing the national Mobilization Movement. (Albalad.co)

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tahan imam dan khatib Masjid Al-Haram sejak Agustus 2018

Sejak Bin Salman menjadi putera mahkota pada Juni 2017, Saudi getol menangkapi ulama, akademisi, aktivis, wartawan, konglomerat, pejabat, dan pangeran dianggap menentang kebijakan-kebijakannya.





comments powered by Disqus