kabar

Pangeran Al-Walid dipaksa serahkan sepertiga hartanya sebagai syarat pembebasan

Mantan Menteri keuangan Ibrahim al-Assaf sudah dibebaskan.

24 Desember 2017 05:01

Pangeran Al-Walid bin Talal, orang terkaya ke-45 sejagat versi majalah Forbes, dipaksa menyerahkan sepertiga hartanya sebagai syarat pembebasan. Keponakan dari Raja Arab Saudi Salman ini didesak untuk menyerahkan sepertiga hartanya sebagai syarat pembebasan dirinya.

"Putera mahkota (Pangeran Muhammad bin Salman) masih terus menekan Pangeran Al-Walid untuk menyerahkan 33 persen kekayaannya," kata sumber Albalad.co dekat dengan keluarga kerajaan kemarin.

Penyerahan harta merupakan syarat pembebasan bagi orang-orang ditahan di Hotel Ritz Carlton, Riyadh, atas tudingan korupsi. Untuk kalangan keluarga kerajaan, masih ada syarat tambahan, yakni bersumpah setia kepada Pangeran Muhammad bin Salman.

Pangeran Al-Walid dan anak perempuannya, Puteri Rim, ditahan bareng anggota keluarga kerajaan lainnya, konglomerat, dan pejabat atas tudingan rasuah sejak awal bulan lalu. Mereka disekap di tiga hotel di Riyadh: Ritz Carlton, Courtyard, dan Diplomatic Quarter. Penangkapan besar-besaran itu atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, juga diketuai oleh Pangeran Muhammad bin Salman.

Dalam beberapa kasus, sejumlah tahanan diminta menyerahkan harta mereka sebagai syarat pembebasan.

Muaid Mahjub, Direktur Hubungan Luar Negeri di kantor Puteri Jawahar bin Abdullah bin Abdul Aziz, kemarin bilang mantan Menteri Keuangan Ibrahim bin Abdullah al-Assaf dan bekas CEO Saudi Telecom Company Saud ad-Dawisy telah dibebaskan dari Ritz Carlton, namun dia tidak menyebut kapan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan CEO SoftBank Group Masayoshi Son usai penandatanganan nota kesepahaman di Kota New York, Amerika Serikat, 27 Maret 2018, buat membangun pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia. (Al-Arabiya/Supplied)

Lima pangeran Arab Saudi masih dilarang ke luar negeri

Bin Salman masih menyekap ibunya, Fahda al-Hathlin, dalam penjara bawah tanah di istana milik abangnya.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi. (Gulf Business)

Pangeran Al-Walid yakin anak Raja Salman tidak terlibat pembunuhan Khashoggi

Pangeran Al-Walid dibebaskan dari tahanan akhir Januari tahun ini setelah bersedia menyerahkan sebagian hartanya.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal. (Gulf Business)

Arab Saudi bebaskan Pangeran Al-Walid dari tahanan

Seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan Pangeran Al-Walid, 62 tahun, tiba di kediamannya di Riyadh kemarin pukul sebelas waktu setempat.

Infografis hasil pemberantasan korupsi dilakukan Arab Saudi sejak awal November 2017. (Saudi Gazette)

Arab Saudi segera adili 95 pangeran dan konglomerat terlibat korupsi

Belum diketahui apakah mereka akan diadili termasuk pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dan Chairman Saudi Binladin Group Bakar Bin Ladin.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

tkw suriah

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

15 Februari 2019

TERSOHOR