kabar

Dua anak Raja Abdullah dibebaskan dari Ritz Carlton

penandatanganan surat penyelesaian perkara itu menunjukkan mereka mengakui terlibat korupsi dan penggelapan dana negara.

29 Desember 2017 14:43

Dua anak dari mendiang Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz hari ini dibebaskan dari lokasi penahanan mereka di Hotel Ritz Carlton, Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi.

"Pangeran Misyaal dan Pangeran Faisal dilepaskan hari ini setelah menandatangi surat penyelesaian perkara," kata sumber Albalad.co dekat dengan keluarga kerajaan. Namun dia tidak mau menyebut berapa fulus mesti dibayar sebagai syarat pembebasan itu.

Ratusan pangeran, konglomerat, pejabat, dan perwira militer Saudi, termasuk Pangeran Misyaal bin Abdullah serta Pangeran Faisal bin Abdullah, ditangkap sejak awal bulan lalu atas tudingan korupsi. Pembekukan besar-besaran ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, diketuai oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Para tersangka kasus rasuah ini ditahan di tiga hotel di Riyadh. Selain di Ritz Carlton, mereka mendekam di Courtyard dan Diplomatic Quarter.

Sumber Albalad.co menekankan bukan masalah uang mesti dirogoh bagi kedua pangeran itu untuk bebas, namun penandatanganan surat penyelesaian perkara itu menunjukkan mereka mengakui terlibat korupsi dan penggelapan dana negara.

Karena itulah sampai sekarang, menurut dia, pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal, menolak meneken surat penyelesaian kasus tersebut. "Dia tidak ingin merusak reputasi internasional dan bisnisnya," ujar sumber Albalad.co 

Sekitar sepuluh wartawan berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, 19 Oktober 2018, mengecam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Anak Khashoggi puji kebaikan Bin Salman

Dia membantah sudah membicarakan soal kompensasi dan diyat dengan pemerintah Arab Saudi.

Foto dan nama 15 warga Arab Saudi diduga terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. (Sabah)

Arab Saudi kasih rumah dan tunjangan bulanan kepada empat anak Khashoggi

Turki, CIA, dan Senat Amerika meyakini Bin Salman memberi perintah untuk membunuh Khashiggi.

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi penjarakan imam Masjid Al-Haram di Jeddah

Sudah dua imam Masjid Al-Haram ditahan dan dua lagi dilarang berdakwah.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Raja Salman murka karena putera mahkota tidak hadiri sidang kabinet

Bin Salman juga tidak ada dalam pertemuan dengan para pejabat tinggi dan tamu negara.





comments powered by Disqus