kabar

Tiga orang tewas dalam protes antirezim di Iran

Di Teheran dan Kashan, demonstran nekat menurunkan poster Khamenei.

31 Desember 2017 03:03

Tiga orang dikabarkan terbunuh dalam unjuk rasa antirezim berlangsung kemarin malam di Kota Doroud, Provinsi Loerstan, wilayah tengah Iran. Insiden ini terjadi setelah pasukan Garda Revolusi menembaki demonstran.

Unjuk rasa besar-besaran di beragam kota di Iran ini dimulai sejak Kamis lalu di Kota Masyhad. Protes tadinya mengusung isu ekonomi dengan menolak kenaikan biaya hidup dan korupsi, telah berubah menjadi bermotif politik.

Para pengunjuk rasa di Doroud meneriakkan slogan "Mampuslah kau diktator (pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei)".

Slogan serupa juga dilontarkan demonstran di Ibu Kota Teheran dan Kota Kashan, Provinsi Isfahan. Bahkan di dua kota ini, demonstran nekat menurunkan poster Khamenei.

Protes di Teheran juga diikuti oleh lusinan mahasiswa Universitas Teheran. "Tidak seperti unjuk rasa di kota-kota lain karena situasi ekonomi dan kenaikan harga, demonstrasi di depan Universitas Teheran bermotif politik," kata kantor berita Fars dalam laporannya.

Unjuk rasa kali ini merupakan terbesar sejak demonstrasi menolak kemenangan Presiden Mahmud Ahmadinejad dalam pemilihan umum pada 2009.

Seorang perempuan tua menjunjung dua kotak makanan seusai mencoblos dalam referendum di Mesir pada 20 April 2019. (Twitter)

Rakyat Mesir setuju Presiden Sisi menjabat hingga 2030

Sejak terpilih sebagai presiden pada 2014, Sisi telah menahan 60 ribu aktivis.

Lokasi unjuk rasa antirezim di seantero Iran. (BBC)

Tiga demonstran Iran meninggal dalam penjara

Pemerintah mengklaim Sina meninggal karena bunuh diri.

Unjuk rasa antirezim di Ibu Kota Teheran, Iran, 30 Desember 2017. (Media Sosial)

Lebih dari seribu mahasiswa di Iran ditahan

Kebanyakan dari Universitas Teheran.

Mantan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad. (commons.wikimedia.org)

Ahmadinejad ditangkap dengan tuduhan hasut demonstran

Pihak oposisi mengklaim sudah 50 demonstran tewas. Sedangkan versi pemerintah hanya 22 orang terbunuh.





comments powered by Disqus