kabar

Teheran tidak akan tangkap perempuan berpakaian kurang islami

terdapat seratus pusat pengajaran berpakaian syariah di Teheran.

04 Januari 2018 15:36

Kaum hawa di Ibu Kota Teheran, Iran, tidak akan ditangkap lagi lantaran berpakaian kurang islami.

Kepala Kepolisian Teheran Husain Rahimi mengumumkan perubahan aturan itu Kamis pekan lalu. "Mereka tidak berpakaian islami tidak bakal ditahan atau diajukan ke pengadilan," katanya seperti dilansir surat kabar Syarq.

Kanto berita Tasnim melaporkan para pelanggar akan diwajibkan menghadiri kelas pendidikan mengenai berpakaian menurut syariat Islam. Meski begitu, pelanggar berkali-kali bakal menjalani proses hukum.

Namun kelonggaran kebijakan ini tidak berlaku di luar Teheran.

Sejak kemenangan Revolusi Islam pada 1979, kaum hawa di Iran wajib menutup aurat di muka umum. Kalangan adam juga tidak boleh memakai celana di atas lutut atau bertelanjang dada di tempat umum. 

Rahimi bilang terdapat seratus pusat pengajaran berpakaian syariah di Teheran. Dia menambahkan selama April 62 ribu pelanggaran berhasil diselesaikan sebelum diproses secara hukum.

Kepolisian Teheran tahun lalu menerjunkan tujuh ribu personel untuk memastikan warganya mematuhi aturan berpakaian sesuai syariat Islam.

 

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Bandar al-Galud)

Putera mahkota Arab Saudi batalkan lawatan ke Indonesia

Kunjungan ke Mayasia juga dibatalkan.

Menteri Luar Negeri Yaman duduk di samping Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat pembukaan konferensi perdamaian di Timur Tengah, digelar pada 14 Februari di Ibu Kota Warsawa, Polandia. (Arab Observer)

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

Kuasa Usaha Sementara Indonesia untuk Suriah Didi Wahyudi pada Jumat, 28 Agustus 2015, melepas 13 tenaga kerja perempuan akan dipulangkan ke Indonesia. (KBRI Damaskus buat Albalad.co)

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 12 Februari 2019. (Twitter)

Putera mahkota Saudi tiba di Jakarta Senin sore

Ini bakal menjadi lawatan luar negeri pertama Bin Salman setelah citra Saudi dan dirinya ternoda akibat pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.





comments powered by Disqus