kabar

Perhiasan milik keluarga Kerajaan Qatar dicuri di Venice

Sebuah peniti dan sepasang anting itu seharga US$ 1,2 juta.

05 Januari 2018 07:10

Dua pencuri telah mengambil perhiasan koleksi keluarga Kerajaan Qatar tengah dipamerkan di Kota Venice, Italia. 

Kepolisian Venice bilang pencurian itu terjadi Rabu lalu di Istana Doge. Dua pencuri masuk berbaur dengan pengunjung pameran. 

Salah satunya mengawasi keadaan sekitar dan seorang lagi mengambil sebuah bros emas dan sepasang anting dari dalam kotak pajangan. Polisi menyebutkan perhiasan dicuri tersebut seharga US$ 1,2 juta.

Kejadian ini berlangsung di hari terakhir pameran berlangsung selama empat bulan dan bertajuk Harta Kerajaan Mughal dan Maharaja: Koleksi Ats-Tsani. Perhiasan milik keluarga Ats-Tsani, penguasa Qatar, dicuri itu terbuat dari berlian, platinum, dan emas.

Para penyelidik menyebutkan pencuri mengambil peniti dan sepasang anting itu dari kotaknya setelah mematikan alarm. Mereka kemudian kabur dengan berbaur di antara pengunjung pameran.

Alarm dalam Palazzo Ducale di jantung Venice itubaru berbunyi beberapa jam kemudian. "Kami tengah berurusan dengan dua pencuri mahir. Mereka bisa beraksi meski iatana ini dilengkapi sistem alarm canggih," kata Kepala Kepolisian Venice Komisaris Vito Gagliardi.

Koleksi perhiasan dipamerkan itu tadinya milik Syekh Hamad bin Abdullah bin Hamad ats-Tsani dan kini telah menjadi kepunyaan keluarga Kerajaan Qatar. 

Aviv Mishal, pemuda asal Israel hilang di Bali sejak 17 Juni 2019. (Instagram)

Pencarian pemuda Israel hilang di Bali dihentikan

Aviv berlibur ke Bali sendirian dan ini merupakan lawatan pertamanya ke Indonesia. Dia tiba di Bali pada 25 Mei lalu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi dukung kebijakan Cina tindas muslim Uighur

Arab Saudi sekawan menyatakan Cina berhasil mengembalikan stabilitas keamanan di Xinjiang dan menjamin hak asasi manusia bagi semua kelompok etnis di sana.

Profesor David Elad dari Universitas Tel Aviv, Israel. (eurekalert.org)

Ilmuwan Israel ciptakan rahim buatan

Para ilmuwan ini berharap rahim buatan itu dapat dijadikan tempat bagi embrio manusia untuk tumbuh dan berkembang.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Pengadilan Paris adili anak Raja Salman

Jaksa menuntut Puteri Hasa dengan hukuman enam bulan penjara dan denda lima ribu euro.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Pencarian pemuda Israel hilang di Bali dihentikan

Aviv berlibur ke Bali sendirian dan ini merupakan lawatan pertamanya ke Indonesia. Dia tiba di Bali pada 25 Mei lalu.

16 Juli 2019

TERSOHOR