kabar

Amerika izinkan Israel bunuh Jenderal Sulaimani

Mossad tiga tahun lalu gagal melenyapkan Sulaimani lantaran Amerika membocorkan rencana itu kepada Iran.

05 Januari 2018 12:30

Amerika Serikat telah memberi lampu hijau kepada Israel untuk membunuh Mayor Jenderal Qasim Sulaimani, komandan Brigade Quds, pasukan elite Garda Revolusi Iran.

"Ada sebuah kesepahaman antara Amerika dan Israel soal Sulaimani adalah ancaman bagi kepentingan kedua negara itu di kawasan (Timur Tengah)," kata seorang sumber di Yerusalem seperti dilansir surat kabar Al-Jaridah Senin lalu.

Kesepakatan kedua negara ini tercapai tiga tahun setelah Israel gagal melenyapkan Sulaimani. Pada 2014, agen Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) nyaris menewaskan Sulaimani di Ibu Kota Damaskus, Suriah. 

Namun tindakan itu berhasil digagalkan setelah Amerika memberitahu Iran mengenai rencana tersebut. Hal ini memicu konflik antara pihak keamanan Amerika dan Israel. 

Al-Jaridah melaporkan Muhammad Rida Falahzadeh alias Abu Bakar sebagai wakil Sulaimani di Suriah. Dia pun bisa menjadi sasaran pembunuhan oleh Israel.

 

Seorang pemberontak menginjak poster Qaddafi di depan gerbang Bab al-Aziziyah, kompleks kediaman pemimpin Libya Muammar Qaddafi, di Ibu Kota Tripoli pada September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Perebutan Tripoli tewaskan 278 orang

Situasi keamanan di Libya terus memburuk setelah rezim Muammar al-Qaddafi tumbang pada 2011.

Upacara peletakan batu pertama pembangunan kuil Hindu perdana di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 20 April 2019. (Gulf Business)

Kuil Hindu pertama dibangun di Abu Dhabi

Ini juga bakal menjadi kuil Hindu perdana di Timur Tengah.

Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum, Emir Dubai sekaligus Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

UEA bentuk Kementerian Kemungkinan pertama di dunia

Tiga tahun lalu, UEA membentuk Kementerian Kebahagiaan dan Kementerian Toleransi, juga pertama di dunia.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman larang pangeran-pangeran tidak setia pergi keluar negeri

Masih ada sekitar seratus anggota keluarga kerajaan menghuni penjara bawah tanah di istana Bin Salman.





comments powered by Disqus