kabar

Pangeran Al-Walid segera dibebaskan

Dia bakal menyerahkan hartanya dan menyetujui semua syarat dibuat oleh Pangeran Muhammad bin Salman.

08 Januari 2018 07:33

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton atas tuduhan korupsi, akan segera dibebaskan.

Sumber Albalad.co kemarin mengungkapkan keponakan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz itu telah bersedia menyerahkan hartanya dan menyetujui semua persyaratan dibuat oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

"Dia akan membuat rekaman video berisi pengakuan bersalah dan meminta pengampunan dari Raja Salman," katanya. "Dia bakal dibebaskan tapi dilarang meninggalkan Saudi."

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 12 pangeran dan lusinan konglomerat, pejabat, dan perwira militer ditangkap sejak awal November tahun lalu atas tudingan rasuah. Penangkapan besar-besaran ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, juga diketuai oleh Pangeran Muhammad bin Salman.

Sumber lainnya bilang terdapat 17 pengusaha asing juga dibekuk dalam kampanye antikorupsi tersebut. "Mereka terdiri dari delapan warga negara Amerika Serikat, enam asal Inggris, dan tiga orang dari Prancis," ujarnya seperti dilansir Daily Mail.

Dia menambahkan mereka ikut ditahan bareng Pangeran Al-Walid di Hotel Ritz carlton, berlokasi di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. 

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi pecat tiga imam masjid karena kebebasan berekspresi

Arab Saudi juga berencana memenggal kepala tiga ulama moderat sehabis Ramadan tahun ini, yakni Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Tiga teman Khashoggi terancam dibunuh oleh Arab Saudi

Ketiga orang ini adalah Iyad al-Baghdadi (tinggal di Norwegia), Umar Abdul Aziz (menetap di Kanada), dan satu orang belum diketahui identitasnya dan bermukim di Amerika.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi incar aktivis prodemokrasi di Norwegia untuk dibunuh

Baghdadi bilang polisi Norwegia datang ke rumahnya pada 25 April dan membawa dia lokasi aman dan dirahasiakan.





comments powered by Disqus