kabar

Seragam pramuka Israel dijual di Arab Saudi

Dalam beberapa tahun belakangan makin terkuak hubungan Saudi dan Israel kian mesra.

11 Januari 2018 09:40

Kehebohan meruap di Arab Saudi setelah ditemukan seragam pramuka Israel dijual di negara Kabah itu.

Seorang warga Saudi mendapati hal itu di pertokoan di Kota Jizan, selatan Saudi. Dia kemudian membeli sebuah seragam pramuka negara Zionis tersebut untuk menjadi bukti laporan ke Kementerian Perdagangan dan Investasi Arab Saudi.

Para pengkritik di Twitter menilai sudah terjadi penetrasi Israel di Saudi. Yang lain bilang fenomena itu merupakan hasil dari kebijakan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman ingin menormalisasi hubungan dengan negara Bintang Daud tersebut.

Juru bicara Kementerian Perdagangan Arab Saudi Abdurrahman al-Husain mengatakan akan segera menyelidiki kasus ini, seperti dilansir Akbar 24.

Dalam beberapa tahun belakangan makin terkuak hubungan Saudi dan Israel kian mesra. Sumber Albalad.co mengungkapkan Pangeran Muhammad bin Salman di awal September tahun lalu mengunjungi Israel.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adil al-Jubair menggelar jumpa pers bersama usai pertemuan bilateral di Jakarta, 23 Oktober 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi berjanji tidak bunuh lagi pengkritik penguasa

Sebanyak 18 orang telah ditahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan 16 pejabat pemerintah sudah dipecat.

Jet pribadi bernomor HZ-SK1 mengangkut para pembunuh wartawan Khashoggi meninggalkan Bandar Udara Ataturk di Kota Istanbul, Turki, menuju Riyadh, Arab Saudi, pada 2 Oktober 2018 pukul 18.20 waktu setempat.(Screengrab)

Potongan tubuh Khashoggi diduga dibawa ke Riyadh

Mayat Khashoggi dimutilasi menjadi 15 bagian.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran pembangkang desak Raja Salman lengser

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz cocok menjadi pengganti.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz pada 19 Oktober 2018 memberhentikan Saud al-Qahtani dari jabatan penasihat istana. (Arab News)

Penasihat istana: Segalanya atas perintah Raja Salman dan putera mahkota

Saud al-Qahtani pernah memperingatkan Jamal Khashoggi untuk berhenti mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah Arab Saudi.





comments powered by Disqus