kabar

1.200 mahasiswa kedokteran di Mesir dapat nilai nol dalam ujian akhir

Mereka menolak mengerjakan soal karena menganggap terlalu sukar.

14 Januari 2018 16:56

Sekitar 1.200 mahasiswa Fakultas kedokteran di Universitas Mansura, Delta Nil, Mesir, meraih nilai nol dalam ujian akhir mata kuliah operasi.

Pihak kampus memberi mereka nilai nol setelah mereka ramai-ramai meninggalkan ruang ujian. Sebuah komite investigasi menemukan 1.200 mahasiswa ini meninggalkan ruang ujian 35 menit setelah waktu ujian dimulai.

Mereka sama sekali tidak mau mengerjakan soal karena menganggap sola-soal ujian tersebut kelewat susah. Para mahasiswa itu meminta pihak universitas membuat soal baru lebih mudah agar mereka bisa mengerjakan.

Universitas Mansura dibentuk pada 1972, namun Fakultas Kedokteran sudah dibuat lebih dulu pada 1962 dan merupakan kelas jauh dari Universitas Kairo.

Namun pihak kampus dan Kementerian Pendidikan Tinggi Mesir membantah soal-sal ujian akhir mata kuliah operasi itu terlalu sukar. Universitas Mansura dan kementerian bilang soal ujian dibuat sesuai standar dan tidak terlampau sulit.

Pihak kampaus akhirnya memutuskan 1.200 mahasiswa kedokteran itu tidak lulus ujian.

Seorang lelaki Israel mengibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem pada 22 Agustus 2019. (Screengrab)

Lelaki Israel kibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem

Dia menyebut tindakannya itu sebagai perayaan atas terwujudnya perdamaian antara kedua negara.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bumi kian panas, berhaji pada 2047-2052 berbahaya bagi kesehatan

Musim panas di Arab Saudi berlangsung saban Mei hingga Agustus.

Kota Istanbul, Turki. (thstregisistanbul.com)

Pelancong perempuan asal Arab Saudi diculik di Istanbul

gerombolan bersenjata menembak dan merampok barang-barang milik sekumpulan turis Arab Saudi sedang duduk di sebuah kafe di Istanbul Sabtu minggu lalu.

Pangeran Turki bin Abdullah bin Abdul Aziz. (Flickr)

Pangeran Arab Saudi berusaha bunuh diri dalam penjara

Putra dari mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz itu termasuk dalam lusinan pangeran, konglomerat, dan pejabat ditangkap atas tuduhan korupsi sejak dua tahun lalu.





comments powered by Disqus