kabar

Arab Saudi segera adili 95 pangeran dan konglomerat terlibat korupsi

Belum diketahui apakah mereka akan diadili termasuk pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dan Chairman Saudi Binladin Group Bakar Bin Ladin.

26 Januari 2018 16:54

Kejaksaan Agung Arab Saudi telah menyelesaikan berkas pemeriksaan terhadap 95 pangeran, konglomerat, dan pejabat terlibat korupsi. Mereka masih ditahan di Penjara Al-Hair, setelah awal bulan ini dipindah dari Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh.

Sebanyak 95 tersangka korupsi itu tetap ditahan setelah menolak menandatangani surat penyelesaian perkara. Kejaksaan Agung Rabu lalu bilang perkara mereka bakal segera diadili.  

Belum diketahui apakah mereka akan diadili termasuk pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dan Chairman Saudi Binladin Group Bakar Bin Ladin. Namun sumber Albalad.co dekat dengan keluarga kerajaan mengatakan Pangeran Al-Walid dan Bakar Bin Ladin termasuk tahanan dipindah ke Penjara Al-Hair.

Infografis dilansir Kejaksaan Agung menjelaskan secara detail perkembangan dari penangkapan besar-besaran terhadap ratusan pangeran, konglomerat, dan pejabat atas tudingan rasuah sejak awal November tahun lalu. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi diketuai oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Selama 80 hari kampanye pemberantasan korupsi, komisi antirasuah telah menginterogasi 350 orang, terdiri dari mereka dituduh terbelit korupsi, sejumlah saksi dalam beberapa kasus, dan orang-orang memiliki informasi terkait.

Hasilnya, sebagian besar tahanan dibebaskan setelah setuju berkompromi. Kompromi ini dalam bentuk membayar uang tunai, menyerahkan properti, atau aset lainnya. Sedangkan 95 tersangka lainnya masih ditahan lantaran menolak berkompromi.

Jak Agung Arab Saudi Saud al-Mujib menjelaskan tidak ada hak tahanan dilanggar. Mereka diizinkan didampingi pengacara. "Mereka sudah dibebaskan juga bisa beerkegiatan dengan bebas tanpa dibatasi," katanya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan CEO SoftBank Group Masayoshi Son usai penandatanganan nota kesepahaman di Kota New York, Amerika Serikat, 27 Maret 2018, buat membangun pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia. (Al-Arabiya/Supplied)

Lima pangeran Arab Saudi masih dilarang ke luar negeri

Bin Salman masih menyekap ibunya, Fahda al-Hathlin, dalam penjara bawah tanah di istana milik abangnya.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi. (Gulf Business)

Pangeran Al-Walid yakin anak Raja Salman tidak terlibat pembunuhan Khashoggi

Pangeran Al-Walid dibebaskan dari tahanan akhir Januari tahun ini setelah bersedia menyerahkan sebagian hartanya.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal. (Gulf Business)

Arab Saudi bebaskan Pangeran Al-Walid dari tahanan

Seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan Pangeran Al-Walid, 62 tahun, tiba di kediamannya di Riyadh kemarin pukul sebelas waktu setempat.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal. (Gulf Business)

Pangeran Al-Walid bin Talal masih rundingkan harga pembebasannya

Arab Saudi akan mengupayakan ekstradisi atas para tersangka korupsi tinggal di luar negeri.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

tkw suriah

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

15 Februari 2019

TERSOHOR