kabar

Pangeran Turki bin Nasir bersumpah setia kepada Raja Salman setelah dibebaskan dari tahanan

Dia juga berbaiat kepada Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, merupakan anak kesayangan Raja Salman.

29 Januari 2018 05:47

Mantan Kepala Badan Meteorologi dan Lingkungan Hidup Arab Saudi Pangeran Turki bin Nasir bin Abdul Aziz bersumpah setia kepada Raja Salman bin Abdul Aziz setelah dibebaskan dari tahanan di Htel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh. Ini merupakan pernyataan pertema diumumkan Pangeran Turki setelah kembali ke kediamannya.

Loyalitas absolut itu dia sampaikan kepada Raja Salman melalui sebuah surat. Dia juga berterima kasih atas keadilan dan kejujuran penguasa negara Kabah tersebut.

Pangeran Turki juga berbaiat kepada Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, merupakan anak kesayangan Raja Salman. "Saya meyakinkan kepada Anda mengenai kesetiaan mutlak saya kepada Anda dan putera mahkota, semoga Allah menolong dirinya (Pangeran Muhammad bin Salman)," kata Pangeran Turki dalam suratnya.

Dia menyokong beragam upaya dilakukan oleh Pangeran Muhammad bin Salman dalam membangun Arab Saudi melalui Visi 2030, berisi program reformasi ekonomi dan sosial budaya.

Menurut Jaksa Agung Arab Saudi Saud al-Mujib, Pangeran Turki termasuk dalam 95 persen dari 207 pangeran, konglomerat, dan pejabat dibebaskan setelah ditangkap atas tudingan korupsi. Dia bebaskan setelah berkompromi mengenai harga pembebasan dan meneken surat penyelesaian perkara.

Sabtu lalu, pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal juga dilepaskan, namun tidak disebutkan berapa harga mesti dia bayar.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi pecat tiga imam masjid karena kebebasan berekspresi

Arab Saudi juga berencana memenggal kepala tiga ulama moderat sehabis Ramadan tahun ini, yakni Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Tiga teman Khashoggi terancam dibunuh oleh Arab Saudi

Ketiga orang ini adalah Iyad al-Baghdadi (tinggal di Norwegia), Umar Abdul Aziz (menetap di Kanada), dan satu orang belum diketahui identitasnya dan bermukim di Amerika.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi incar aktivis prodemokrasi di Norwegia untuk dibunuh

Baghdadi bilang polisi Norwegia datang ke rumahnya pada 25 April dan membawa dia lokasi aman dan dirahasiakan.





comments powered by Disqus