kabar

Arab Saudi raup lebih dari US$ 100 miliar dari hasil kompromi dengan para tersangka korupsi

Tahanan terakhir dilepaskan termasuk Pangeran Al-Walid bin Talal.

31 Januari 2018 06:40

Jaksa Agung Arab Saudi Saud al-Mujib bilang pemerintah berhasil meraup 400 miliar riyal (US$ 106,7 miliar) dari hasil kompromi dari para tersangka kasus korupsi ditangkap sejak awal November tahun lalu.

Dalam keterangan tertulis, dia menjelaskan US$ 106,7 miliar itu meliputi beragam jenis aset, yakni properti dan uang tunai. Dia menambahkan dalam kampanye antirasuah itu, pihaknya memanggil 381 orang dan 65 orang lainnya masih ditahan karena menolak berkompromi. Dia mengatakan tidak ada lagi tahanan dalam Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh.

Sekitar 200 pangeran, konglomerat, dan pejabat dibekuk atas tudingan terlibat korupsi. Penangkapan besar-besaran ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, diketuai oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Mereka dibebaskan setelah bersedia menandatangani surat penyelesaian perkara, berisi kesediaan menyerahkan harta diminta. Tahanan terakhir dilepaskan termasuk Pangeran Al-Walid bin Talal, pemilik Kingdom Holding Company sekaligus keponakan dari Raja Salman bin Abdul Aziz.  

Sumber Albalad.co dekat dengan keluarga kerajaan mengungkapkan aset diminta maksimal hingga 70 persen.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman utarakan niatnya bunuh Khashoggi pada 2017

Bin Salman mengungkapkan gagasannya itu kepada dua asisten kepercayaannya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Saudi raup Rp 1.487 triliun dari hasil kompromi dengan tersangka koruptor

Meski dilepas, mereka dilarang keluar negeri dan harus memakai gelang kaki sebagai alat pengawasan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan CEO SoftBank Group Masayoshi Son usai penandatanganan nota kesepahaman di Kota New York, Amerika Serikat, 27 Maret 2018, buat membangun pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia. (Al-Arabiya/Supplied)

Lima pangeran Arab Saudi masih dilarang ke luar negeri

Bin Salman masih menyekap ibunya, Fahda al-Hathlin, dalam penjara bawah tanah di istana milik abangnya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Teka teki nasib Bin Salman

Beragam kebijakan blunder dibikin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman membikin dia tidak pantas menjadi raja Arab Saudi.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

tkw suriah

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

15 Februari 2019

TERSOHOR