kabar

Polisi Iran bekuk 29 perempuan karena protes kewajiban berjilbab

Anggota parlemen Suhaila Jolodarzadeh mengatakan protes anti-jilbab itu muncul lantaran perempuan di negeri Persia tersebut sudah lama dikekang.

02 Februari 2018 23:01

Polisi Iran Rabu lalu menangkap 29 perempuan di Ibu Kota Teheran karena memprotes kewajiban berjilbab. Protes ini berlangsung di Jalan Enghelab.

Kaum hawa di negara Mullah juga menggelar unjuk rasa serupa. Mereka mencopot jilbab dan mengibarkan di tiang-tiang telepon.

Hukum syariah berlaku di Iran sejak kemenangan Revoolusi Islam pada 1979 mengharuskan kaum hawa berjilbab dan berabaya di tempat umum.

Meski perempuan Iran sudah menenrang kewajiban berjilbab selama hampir empat dasawarsa, namun gelombang protes kali ini lebih menarik perhatian. Juga memicu debat jarang terlihat mengenai kebebasan pribadi.

Kepolisian Teheran kemarin bilang demonstrasi anti-jilbab ini dihasut oleh pihak asing melalui saluran-saluran televisi berbayar ilegal.

Anggota parlemen Suhaila Jolodarzadeh mengatakan protes anti-jilbab itu muncul lantaran perempuan di negeri Persia tersebut sudah lama dikekang. "Demonstrasi ini terjadi karena pendekatan kita salah," katanya kepada kenatr berita Ilna.

Presiden Iran Hasan Rouhani belum mengomentari unjuk rasa menolak jilbab, namun dia menyatakan pemerintah perlu mendengar kemauan rakyat dengan lebih baik. "Kita tidak bisa menyelesaikan segala hal kalau rakyat tidak mendukung dan kita tidak mendengar kritik mereka," ujarnya.

Seorang lelaki Israel mengibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem pada 22 Agustus 2019. (Screengrab)

Lelaki Israel kibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem

Dia menyebut tindakannya itu sebagai perayaan atas terwujudnya perdamaian antara kedua negara.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bumi kian panas, berhaji pada 2047-2052 berbahaya bagi kesehatan

Musim panas di Arab Saudi berlangsung saban Mei hingga Agustus.

Kota Istanbul, Turki. (thstregisistanbul.com)

Pelancong perempuan asal Arab Saudi diculik di Istanbul

gerombolan bersenjata menembak dan merampok barang-barang milik sekumpulan turis Arab Saudi sedang duduk di sebuah kafe di Istanbul Sabtu minggu lalu.

Pangeran Turki bin Abdullah bin Abdul Aziz. (Flickr)

Pangeran Arab Saudi berusaha bunuh diri dalam penjara

Putra dari mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz itu termasuk dalam lusinan pangeran, konglomerat, dan pejabat ditangkap atas tuduhan korupsi sejak dua tahun lalu.





comments powered by Disqus