kabar

Pisah Yaman

Kekalahan koalisi di Yaman Selatan bisa mengakhiri bulan madu antara UEA dan Saudi dalam Perang Yaman.

08 Februari 2018 11:36

Pemimpin kelompok separatis di Yaman Selatan melawat ke Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi, di tengah upaya menumpas pemberontakan di wilayah itu.

Sejumlah sumber mengungkapkan kepada Al-Arabi al-Jadid, pemimpin STC (Dewan Transisi Yaman Selatan) Aidarus az-Zubaidi meninggalkan Aden menuju Abu Dhabi, beberapa hari setelah pasukan STC menguasai Aden. 

Utusan dari Arab Saudi dan UEA pekan lalu bolak balik menemui pemerintah Yaman dan STC untuk mengakhiri pertempuran antara kedua pihak. 

Saudi dan UEA adalah dua kontributor utama dalam pasukan koalisi menyokong Presiden Yaman Abdu Rabbu Mansur Hadi dalam menghadapi milisi Al-Hutiyun. Namun kedua negara ini berupaya keras untuk memelihara kelangsungan koalisi setelah Al-Hutiyun menguasai Ibu Kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara.

UEA bertanggung jawab dalam pelatihan pasukan STC, mulanya mendukung Hadi untuk memerangi Al-Hutiyun tapi sekarang meminta merdeka.

Dalam keterangan tertulis dilansir bulan ini, STC menyerukan pembebasan seluruh wilayah selatan Arabia (selatan Yaman) dari pasukan penjajah (utara Yaman) untuk membentuk negara Yaman Selatan.

Yaman Selatan pernah menjadi negara berdaulat hingga terjadi unifikasi dengan Yaman Utara pada 1990.

Beberapa sumber dekat dengan kelompok separatis dan di Washington bilang koalisi makin frustasi terhadap Hadi lantaran tidak ada kemajuan. 

Menurut Faria al-Muslimi, peneliti asal Yaman di lembaga kajian Chatham House, menilai terlalu berlebihan untuk menyebut inilah akhir pemerintahan Hadi. "Saya kira lebih pas untuk menyebut sekarang adalah akhir dari satu Yaman," katanya.

Dia menambahkan munculnya kelompok separatis Yaman Selatan ini menandai bakal berakhirnya hubungan mesra antara Saudi UEA dalam Perang Yaman. 

Dalam sejarahnya, UEA memiliki pengalaman lebih banyak ketimbang Saudi. UEA mengirim pasukannya ke Kosovo pada 1995 dan lebih terlibat di lapangan dalam Perang Yaman.

Simon Henderson, Direktur Riset Arab Teluk di the Washington Institute, menjelaskan koalisi Saudi-UEA memaksakan sesuatu bertentangan dengan kenyataan di lapangan. "Realitasnya adalah UEA kian jengkel terhadap Hadi sehingga membuat rencana sendiri untuk Yaman Selatan," ujarnya.

Kekalahan koalisi di Yaman Selatan bisa mengakhiri bulan madu antara UEA dan Saudi dalam Perang Yaman. 

Facebook menghapus artikel the New York Times soal gadis kelaparan di Yaman. (Al-Bawaba)

Facebook hapus artikel soal gadis kelaparan di Yaman

Sejatinya, artikel ini mengecam keterlibatan Arab Saudi dan UEA karena menciptakan krisis kemanusiaan terbesar di Yaman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Argentina selidiki dugaan kejahatan perang anak Raja Salman dalam Perang Yaman

Save the Children mengatakan 85 ribu anak berumur di bawah lima tahun mati kelaparan di Yaman sejak 2015.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Dua pilot Arab Saudi tewas di Yaman

Keterlibatan pasukan koalisi Saudi di Yaman membikin negara Saba itu mengalami tragedi kemanusiaan.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Pasukan koalisi Arab Saudi akui ledakkan bus sekolah menewaskan 40 anak di Yaman

Dua pekan setelah pengeboman bus sekolah di Saadah, serangan pasukan koalisi dipimpin Arab Saudi terhadap Kota Al-Hudaidah menewaskan paling sedikit 26 anak.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

tkw suriah

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

15 Februari 2019

TERSOHOR