kabar

Lelaki muslim asal Indonesia buka kursus bahasa Ibrani

Sapri akan meluncurkan kamus dwibahasa, Indonesia-Ibrani dan Ibrani-Indonesia, pada 28 Februari di ICRP.

10 Februari 2018 17:35

Sapri Sale, lelaki muslim asal Indonesia, membuka kursus bahasa Ibrani pertama di negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar sejagat.

Kursus bahasa bangsa Yahudi itu akan dibuka di kantor Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. 

Ketika dihubungi Albalad.co melalui telepon selulernya, Sapri menjelaskan kursus Ibrani tersebut akan dimulai 5 Maret mendatang. "Saya ditawari oleh Ibu Musdah Mulia untuk membuka kursus Ibrani di tempatnya (ICRP)," kata lulusan dari Universitas Al-Azhar Kairo ini.

Dari pamflet diterima Albalad.co, biaya kursus Rp 600 ribu untuk delapan kali pertemuan selama sebulan. Tiap kelas maksimal sepuluh peserta. Pendaftaran bagi peserta dibuka mulai Senin pekan depan.

Waktu kursus dua kali sepekan saban Senin dan Rabu. Terdiri dari dua kelas: pukul 16.00-17.30 dan 19.00-20.30. "Untuk saat ini saya membuka kursus untuk tingkat dasar," ujar Sapri. 

Sebelum kursus dimulai, Sapri akan meluncurkan kamus dwibahasa, Indonesia-Ibrani dan Ibrani-Indonesia, pada 28 Februari di ICRP.

 

Seorang perempuan tengah memilih hadiah Valentine di sebuah toko di Ibu Kota Baghdad, Irak. (www.timesofmalta.com)

Warga negara Arab Saudi rayakan Hari Valentine untuk pertama kali

Syekh Ahmad Qasim al-Ghamdi bilang perayaan Hari Valentine tidak haram.

Khuzama, unta terayau dan termahal di kawasan Arab Teluk, mati pada 14 Februari 2018. (Sabq)

Unta termahal dan terayu di Arab Teluk mati

Khuzama pernah ditawar seharga lebih dari US$ 8 juta.

Kiri ke kanan: Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah Mohamad Hery Saripudin, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Lalu Muhammad Iqbal, dan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tiga warga Indonesia terancam segera dieksekusi mati di Arab Saudi

Ketiganya adalah dua perempuan asal Majalengka dan seorang lelaki dari Madura.

Mufti Agung Tunisia Syekh Usman Battikh. (Al-Arabiya)

Mufti agung Tunisia sebut perayaan Hari Valentine tidak haram asal tidak langgar moral

"Ulama mesti menyerukan umat saling menyayangi karena cinta adalah bagian dari ajaran Islam."





comments powered by Disqus