kabar

Unta termahal dan terayu di Arab Teluk mati

Khuzama pernah ditawar seharga lebih dari US$ 8 juta.

16 Februari 2018 04:18

Salah satu unta tercantik di Semenanjung Arab mati Rabu pagi lalu saat melahirkan.

Khuzama, nama unta itu, merupakan unta termahal dan sudah banyak memenangkan beragam kejuaraan.

Sang pemilik, Nasir bin Mubarak bin Qurai al-Barik, beberapa kali menolak calon pembeli. Terakhir, Khuzama ditawar seharga 30 juta riyal Arab Saudi atau lebih dari US$ 8 juta.  

Namun Nasir menolak tawaran menggiurkan tersebut. Dia bilang Khuzama sangat bermakna bagi dirinya, terutama setelah hewan kesayangannya itu menjadi nomor wahid di kawasan Arab teluk.

Ajal pun akhirnya menjemput Khuzama setelah dia mengalami masalah kesehatan ketika proses persalinan. Bayinya mengembuskan napas terakhir dan Khuzama menyusul beberapa jam kemudian.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Netanyahu melawat ke UEA dan Bahrain bulan depan

Bahrain telah meminta Netanyahu menunda kunjungannya karena ingin lawatan itu sekalian dengan ke UEA.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid menerima kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 12 Januari 2020. (Twitter)

Peraih Nobel Perdamaian asal Inggris nominasikan Bin Zayid dan Netanyahu buat Nobel Perdamaian 2021

Lord David Trimble bareng John Hume pada 1998 menerima Nobel Perdamaian atas upaya mereka mengakhiri konflik Inggris-Irlandia Utara.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Jeddah, Arab Saudi, mengantar pulang MR, bocah tujuh tahun ditelantarkan orang tuanya sejak dilahirkan. Dia tiba di Jakarta pada 24 November 2020. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

KJRI Jeddah antar pulang bocah ditelantarkan orang tuanya ke Indonesia

Ibunya dideportasi karena melanggar aturan imigrasi Saudi.

Paspor milik Aimadoula Waili, ulama Uighur sedang diburu Cina di Arab Saudi. (Supplied)

Saudi tangkap ulama Uighur buruan Cina

Dalam lawatannya ke Cina Februari tahun lalu, Bin Salman menyatakan dukungan terhadap upaya Cina memerangi terorisme dan ekstremisme di Xinjiang.





comments powered by Disqus