kabar

Anak Qaddafi bakal ikut pemilihan presiden Libya

"Banyak rakyat Libya sekarang percaya satu-satunya cara untuk menyelamatkan Libya melalui Saiful Islam."

21 Maret 2018 13:20

Saiful Islam al-Qaddafi, anak dari mendiang pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi, dipastikan akan ikut pemilihan presiden Libya, diperkirakan akan dilangsungkan pada pertengahan tahun ini.

"Tidak diragukan lagi, Saiful Islam bakal ikut pemilihan presiden," kata Bassam as-Sol, juru bicara keluarga Qaddafi. "Itu sebuah langkah tidak dapat dihindarkan."

Bassam mengklaim Saiful Islam mendapat sokongan dari suku-suku berpengaruh di Libya untuk bertarung dalam pemilihan presiden.

Aiman Abu Ras, juru bicara tim kampanye Saiful Islam, membenarkan soal rencana putra kedua dari mendiang Qaddafi itu buat ikut pemilihan presiden dalam jumpa pers Senin lalu di Ibu Kota Tunis, Tunisia. 

Saiful Islam, menjadi buronan ICC (Mahkamah Kejahatan Internasional) atas kejahatan kemanusiaan saat revolusi pada 2011, divonis hukuman mati dalam sidang in absentia di sebuah pengadilan di Ibu Kota Tripoli pada 2015. 

Kelompok pemberontak menangkap Saiful Islam di Zintan, barat daya Tripoli, menolak menyerahkan dia ke pemerintah Libya. Saiful Islam dibebaskan Juni tahun lalu setelah parlemen di Tobruk, timur Libya, mengesahkan undang-undang amnesti.

Abu Ras, merupakan pejabat Partai LPF (Barisan Rakyat Libya), bilang Saiful Islam masih berada di Libya dan akan segera mengeluarkan pernyataan buat rakyat Libya.

Khalid Gual, juga pejabat Partai LPF, meyakini Saiful Islam adalah jalan keluar buat Libya masih dibelit situasi runyam. "Banyak rakyat Libya sekarang percaya satu-satunya cara untuk menyelamatkan Libya melalui Saiful Islam," ujarnya.

Seorang pemberontak menginjak poster Qaddafi di depan gerbang Bab al-Aziziyah, kompleks kediaman pemimpin Libya Muammar Qaddafi, di Ibu Kota Tripoli pada September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Perebutan Tripoli tewaskan 278 orang

Situasi keamanan di Libya terus memburuk setelah rezim Muammar al-Qaddafi tumbang pada 2011.

Upacara peletakan batu pertama pembangunan kuil Hindu perdana di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 20 April 2019. (Gulf Business)

Kuil Hindu pertama dibangun di Abu Dhabi

Ini juga bakal menjadi kuil Hindu perdana di Timur Tengah.

Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum, Emir Dubai sekaligus Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

UEA bentuk Kementerian Kemungkinan pertama di dunia

Tiga tahun lalu, UEA membentuk Kementerian Kebahagiaan dan Kementerian Toleransi, juga pertama di dunia.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman larang pangeran-pangeran tidak setia pergi keluar negeri

Masih ada sekitar seratus anggota keluarga kerajaan menghuni penjara bawah tanah di istana Bin Salman.





comments powered by Disqus