kabar

Ulama Arab Saudi sebut berabaya tidak diwajibkan dalam ajaran Islam

Sejumlah hadis menyebutkan istri-istri Nabi Muhammad mengenakan pakaian beragam warna, seperti kuning dan merah.

28 Maret 2018 21:36

Ulama Arab Saudi Syekh Ahmad al-Ghamdi membenarkan pernyataan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, menyebut kaum hawa tidak wajib berabaya dan berjilbab serba hitam.

Mantan kepala polisi syariah di Kota Makkah ini menekankan tidak ada kewajiban dalam Islam soal perempuan harus berabaya apalagi serba hitam. Dia menambahkan kaum hawa boleh berpakaian apa saja yang penting sopan dan bermartabat.

"Tidak ada yang salah dengan warna atau jenis pakaian digunakan," kata Syekh Ahmad dalam wawancara khusus dengan Al-Arabiya.

Dia menjelaskan tradisi berabaya dan berjilbab serba hitam dimulai menjelang keruntuhan Kesultanan Usmaniyah. Namun sejumlah hadis menyebutkan istri-istri Nabi Muhammad mengenakan pakaian beragam warna, seperti kuning dan merah.

Sekelompok perempuan Arab Saudi berjoging di Kota Jeddah pada 9 Maret 2018. (Al-Arabiya/Supplied)

Tabrak tabu, sekelompok perempuan Saudi joging di Jeddah

Setelah diizinkan ke stadion buat menonton sepak bola, bekerja, ikut klub kebugaran, dan pelajar putri boleh mengikuti pelajaran olahraga, kaum hawa di Saudi mulai Juni tahun ini akan diperkenankan mengemudi mobil dan mengendarai sepeda motor.

Kiri ke kanan: mendiang aktris Bollywood Sridevi, penyanhyi Uni Emirat Arab Ahlam asy-Syamsi, dan ulama Arab Saudi Syekh Ahmad al-Ghamdi. (Al-Arabiya)

Ulama Arab Saudi sebut berdoa memohon rahmat Allah buat non-muslim tidak haram

Kehebohan meruap setelah penyanyi Uni Emirat Arab (UEA) Ahlam asy-Syamsi bilang di Twitter, orang Islam haram berdoa memohon rahmat Allah bagi Sridevi lantaran dia non-muslim.

Perempuan Arab Saudi di stadion. (Saudi Gazette)

Ulama senior Saudi sebut perempuan tidak wajib berabaya

Selama ini kaum hawa di negeri Dua Kota Suci tersebut wajib berabaya dan berjilbab serba hitam di tempat umum.

Perempuan Arab Saudi di stadion saat perayaan hari berdirinya negara itu pada September 2017. (Arab News)

Perempuan Arab Saudi diizinkan menonton di stadion mulai Jumat pekan ini

Raja Salman bin Abdul Aziz juga sudah memutuskan perempuan Saudi boleh menyetir mobil dan mengendarai sepeda motor mulai Juni tahun ini.





comments powered by Disqus