kabar

Keluarga korban Tragedi 11/9 diizinkan gugat Arab Saudi

Para pejabat dan pemerintah Arab Saudi dituduh membantu para teroris, kebanyakan warga negara Saudi, dalam mempersiapkan serangan teror itu.

29 Maret 2018 11:45

Hakim George Daniels dari Pengadilan Manhattan, New York, Amerika Serikat, pada hari ini waktu Jakarta mengizinkan keluarga korban serangan 11 September 2001 untuk melanjutkan proses gugatan terhadap pemerintah Arab Saudi. 

Dia menolak permintaan pemerintah Arab Saudi agar pengadilan membatalkan gugatan itu. Keputusan ini keluar saat Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman tengah dalam kunjungan resmi ke Amerika.

Sekitar 850 anggota keluarga korban menuding para pejabat dan pemerintah Arab Saudi membantu para teroris, kebanyakan warga negara Saudi, dalam mempersiapkan serangan teror itu. 

Serangan atas dua menara kembar World Trade Center dan kantor Pentagon itu menewaskan sekitar tiga ribu orang.

Gugatan kerabat korban Tragedi 11/9 ini diajukan berdasarkan the Justice Against Sponsors of Terrorism Act (JASTA). Barack Obama, presiden Amerika sebelumnya, sempat memveto rancangan JASTA namun dibatalkan oleh Senat dan akhirnya disahkan menjadi undang-undang.

Jim Kreindler, pengacara keluarga korban Tragedi 11/9, mengaku senang dengan keputusan Hakim George Daniels itu. 

 

 

Seorang perempuan tua menjunjung dua kotak makanan seusai mencoblos dalam referendum di Mesir pada 20 April 2019. (Twitter)

Rakyat Mesir setuju Presiden Sisi menjabat hingga 2030

Sejak terpilih sebagai presiden pada 2014, Sisi telah menahan 60 ribu aktivis.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bareng istri (Sara) dan dua putranya, Yair dan Yoav, pelesiran ke Dataran Tinggi Golan pada 23 April 2019. (Twitter/@netanyahu)

Netanyahu sekeluarga pelesiran ke Golan

Israel akan membangun permukiman baru Yahudi di Golan, diberi nama permukiman Donald Trump.

Arab Saudi (Wikipedia)

Arab Saudi pancung 37 warganya

Bahkan salah satu yang telah dieksekusi disalib di depan umum.

Ribuan demosntran berunjuk rasa di luar istana Presiden Sudan Umar al-Basyir sejak Sabtu, 6 April 2019. (CNN)

Mantan Presiden Basyir huni sel berpenyejuk udara

Basyir ditangkap dan bakal diadili dengan dakwaan kasus pencucian uang setelah aparat intelijen militer menemukan fulus lebih dari Rp 98 miliar dari kediamannya di Khartum.





comments powered by Disqus