kabar

Anak Raja Salman sebut bangsa Yahudi berhak punya negara sendiri

Calon penguasa negara Kabah ini mengakui ada banyak kesamaan kepentingan antara Arab Saudi dan Israel.

03 April 2018 10:45

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman bilang bangsa Yahudi juga berhak memiliki negara sendiri.

"Saya percaya rakyat Palestina dan Israel berhak mempunyai tanah air sendiri," kata anak Raja Salman bin Abdul Aziz ini dalam wawancara khusus dengan majalah the Atlantic.

Namun Pangeran Muhammad bin Salman menekankan negara-negara Arab dan berpenduduk mayoritas muslim harus mencapai kesepakatan damai dengan Israel untuk memastikan stabilitas kawasan dan hubungan hubungan berjalan normal.

Dia menegaskan dirinya tidak menolak keberadaan negara Israel tapi negara-negara muslim sangat peduli dengan nasib Masjid Al-Aqsha dan hak bangsa Paleatina untuk merdeka.

Calon penguasa negara Kabah ini mengakui ada banyak kesamaan kepentingan antara Arab Saudi dan Israel. Alhasil, menurut dia, kalau tercapai perjanjian damai negara Zionis itu bisa bekerjasama dalam banyak hal dengan negara-negara Arab Teluk.

Pangeran Muhammad bin Salman mengatakan Arab Saudi tidak bermasalah dengan orang Yahudi. "Nabi kami, Muhammad, bahkan menikahi perempuan Yahudi," ujarnya. 

 

Sekitar sepuluh wartawan berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, 19 Oktober 2018, mengecam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Anak Khashoggi puji kebaikan Bin Salman

Dia membantah sudah membicarakan soal kompensasi dan diyat dengan pemerintah Arab Saudi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi retas telepon seluler pemilik Washington Post

Bin Salman tidak senang dengan koran Washington Post lantaran gencar memberikan pembunuhan Khashoggi.

Foto dan nama 15 warga Arab Saudi diduga terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. (Sabah)

Arab Saudi kasih rumah dan tunjangan bulanan kepada empat anak Khashoggi

Turki, CIA, dan Senat Amerika meyakini Bin Salman memberi perintah untuk membunuh Khashiggi.

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi penjarakan imam Masjid Al-Haram di Jeddah

Sudah dua imam Masjid Al-Haram ditahan dan dua lagi dilarang berdakwah.





comments powered by Disqus