kabar

Raup 97 persen suara, Sisi terpilih lagi jadi presiden Mesir

Hanya 23 juta dari 60 juta pemilih menggunakan hak mereka.

03 April 2018 17:17

Komisi Pemilihan Umum Mesir kemarin mengumumkan Jenderal Abdil Fattah as-Sisi terpilih lagi menjadi presiden dalam pemilihan umum digelar selama tiga hari pekan lalu. 

Sisi menang dengan meraup 97 persen dari jumlah suara masuk, sama dengan perolehan suara ketika dia ferpilih untuk pertama kali empat tahun lalu. 

Namun jumlah pemilih menggunakan hak mereka hanya 41 persen, lebih rendah ketimbang yang mencoblos dalam pemilihan presiden 2014.

Sisi sudah diyakini menang setelah sejumlah calon penantang seriusnya batal mencalinkan diri. Satu-satu prsaing Sisi pada pemilihan kali ini adalah Musa Mustafa Musa, meraup 721 ribu suara, seperti dilansir surat kabar Al-Yaum dan Al-Ahram.

Kedua surat kabar ini menyebutkan 23 juta dari 60 juta pemilih terdaftar menggunakan hak mereka dalam pemilihan umum berakhir Rabu pekan lalu. 

Menurut Al-Ahram, dua juta suara dianggap tidak sah karena pemilih menulis nama kandidat di luar Sisi dan Musa. 

Jam tangan bergambar mendiang Presiden Irak Saddam Husain dijual di Ibu Kota Baghdad. Polisi sudah menangkap lelaki penjualnya. (Media sosial)

Polisi Irak tangkap penjual jam tangan bergambar Saddam Husain

Saddam menjalani hukuman gantung pada 30 Desember 2006.

Raja Hamad bin Isa al-Khalifah dari Bahrain. (Albawaba)

Raja Bahrain kembalikan status kewarganegaraan 551 warganya

Dalam pengadilan massal pekan lalu, 138 orang diputus kehilangan kewarganegaraannya.

Ahmad berunjuk rasa sendirian pada 28 Februari 2019 di Alun-alun Tahrir, jantung Ibu Kota Kairo, Mesir. Dia menuntut Presiden Abdil Fattah as-Sisi mundur. (Twitter)

Demonstran solo ditangkap karena minta Presiden Sisi mundur

"Saya sedang dalam mobil polisi dan mereka berusaha mengambil telepon seluler saya. Mereka menangkap lelaki lainnya bersama saya," kata Muhi dalam video itu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman bertemu Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmad at-Tayyib di kantornya di Ibu Kota Kairo, Mesir, 5 Maret 2018. (Al-Arabiya/Supplied)

Para pemimpin agama di Mesir masih setia sokong Sisi

Syekh Ali Jumaa menyamakan Revolusi 30 Juni dengan peristiwa penaklukan Makkah di zaman Rasulullah dan hari kelahiran Nabi Muhammad.





comments powered by Disqus