kabar

Anak Raja Salman klaim kaum Syiah hidup normal di Arab Saudi

"Ada satu orang Syiah di kabinet, ada orang-orang Syiah di pemerintahan, dan universitas paling penting di Arab Saudi dipimpin oleh orang Syiah," kata Pangeran Muhammad bin Salman

03 April 2018 21:56

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengklaim kaum Syiah kebanyakan tinggal di wilayah selatan negara Kabah itu hidup normal dan tanpa gangguan.

Anak dari Raja Salman bin Abdul Aziz ini menegaskan Arab Saudi tidak memiliki masalah dengan orang-orang berpaham Syiah. Namun dia menekankan negaranya mempersoalkan ideologi rezim  berkuasa di Iran lantaran ingin mencampuri urusan internal negara-negara muslim.

Pangeran Muhammad bin Salman menekankan masyarakat Arab Saudi memiliki paham Islam dari beragam aliran dan sekte. "Ada satu orang Syiah di kabinet, ada orang-orang Syiah di pemerintahan, dan universitas paling penting di Arab Saudi dipimpin oleh orang Syiah," kata Pangeran Muhammad bin Salman dalam wawancara khusus dengan mejalah the Atlantic dan dilansir kemarin.

Namun calon penguasa negeri Dua Kota Suci itu membantah ada paham Wahabi di Arab Saudi. "Kami tidak akrab dengan yang namanya paham Wahabi. Kami tidak tahu soal itu," ujarnya. "Tidak seorang pun bisa mendefinisikan apa itu paham Wahabi.  

Ketika pecah revolusi Arab tujuh tahun lalu, komunitas Syiah di selatan Arab Saudi turun ke jalan memprotes diskriminasi dilakukan oleh pemerintah.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

PBB sebut ada bukti kuat putera mahkota Arab Saudi terlibat pembunuhan Khashoggi

Turki bareng KOngres Amerika Serikat, dan CIA memang sudah menyatakan Bin Salman merupakan pemberi perintah untuk menghabisi Khashoggi.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi pecat tiga imam masjid karena kebebasan berekspresi

Arab Saudi juga berencana memenggal kepala tiga ulama moderat sehabis Ramadan tahun ini, yakni Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Tiga teman Khashoggi terancam dibunuh oleh Arab Saudi

Ketiga orang ini adalah Iyad al-Baghdadi (tinggal di Norwegia), Umar Abdul Aziz (menetap di Kanada), dan satu orang belum diketahui identitasnya dan bermukim di Amerika.





comments powered by Disqus