kabar

Patah arang sinterklas Suriah datang

Setahun lalu, Dato Tahir datang dengan wajah sumringah. Dia senang bisa kembali bertemu lima cucu angkatnya.

10 April 2018 07:35

Setahun lalu, dia datang dengan wajah sumringah. Dia senang bisa kembali bertemu lima cucu angkatnya - Amani (11 tahun), Manal (9), Malak (7), Muhammad (5), dan Syam (4).

Kelima cucu angkatnya itu adalah anak dari Abu Muhammad, pengungsi asal Daraa, Suriah. Mereka tinggal bersama ayah dan ibunya di kamp di Azraq, Yordania, sejak 2014. 

"Hari ini saya sangat bahagia karena bisa berjumpa lagi dengan kalian semua," kata UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir pada 3 April 2017, saat mengunjungi keluarga Abu Muhammad di tenda penampungan berukuran sekitar 4x6 meter persegi di kamp Azraq. 

Tapi dalam lawatan ketiganya kamp Azraq bulan ini, sinterklas Suriah asal Indonesia itu tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya terhadap UNHCR (Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi) mengelola kamp Azraq. Sebab dia tidak dapat bertemukelima cucu angkatnya tersebut.

"Saya benar-benar kecewa dengan UNHCR karena mereka tidak memberitahu saya kalau keluarga angkat saya itu sudah kembali ke kampung halaman mereka," kata Dato Tahir kemarin, usai menerima perwakilan UNHCR datang ke hotel tempatnya menginap di Ibu Kota Amman, seperti dilaporkan wartawan Albalad.co Faisal Assegaf dari Yordania. 

Dato Tahir mengaku dia baru diberitahu oleh pihak UNHCR Numat pekan lalu atau tiga hari sebelum keberangkatannya ke Yordania. "Saya merasa ditipu oleh UNHCR," ujarnya dengan wajah kecewa. "Saya datang lagi ke Azraq untuk menemui kelima cucu angkat saya."

Karena itu, wajar saja dia mengomeli perwakilan UNHCR datang menemui dia di Amman. Sampai-sampai bos UNHCR di Yordania menangis.

Dato Tahir, juga datang ditemani satu cucu aslinya, menuntut UNHCR segera mencari di mana kelima cucu angkatnya itu tinggal di Suriah saat ini. "Kalau tidak ketemu, saya akan setop bantuan buat UNHCR," tuturnya. "Saya mengangkat mereka sebagai cucu bukan main-main."

Konglomerat pertama dan satu-satunya asal Indonesia telah tiga kali mengunjungi kamp pengungsi Suriah ini sangat berharap dapat segera mengetahui kabar mereka. Dia ingin berbicara langsung dengan telepon video kalau UNHCR sudah menemukan kelima cucu angkatnya itu. 

Dato Tahir telah memberikan bantuan fulus US$ 200 ribu melalui UNHCR buat biaya kuliah kelima cucu angkatnya itu. Dia bahkan berencana membelikan keluarga angkatnya itu sebuah rumah untuk mereka tempati di Suriah. 

Nida Yasin, Asisten Hubungan Eksternal UNHCR di Yordania, menjelaskan kepada Dato Tahir, keluarga Abu Muhammad pulang ke Suriah atas keinginan sendiri bukan lantaran repatriasi. 

Sebelum perang meletup di Suriah pada 2011, Abu Muhammad bekerja di sebuah bengkel pengecatan mobil.

Dato Tahir mengaku selalu teringat dengan anak-anak Abu Muhammad sejak kedatangan pertamanya di kamp Azraq, Oktober 2016. "Meski jauh di mata, kalian selalu dekar di hati," kata taipan berharta US$ 3,5 miliar (Rp 48 triliun) versi majalah Forbes 2018 ini.

Karena iru wajar sajar sinterklas Suriah dari Indonesia ini patah arang. Datang dari jauh tapi tidak bisa menemui kelima cucu angkat kesayangan. 

 

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bersama kelima cucu angkatnya di kamp pengungsi Suriah di Azrq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UNHCR berhasil temukan lima cucu angkat Dato Tahir di Suriah

Mereka sudah kembali ke kampung halaman mereka di Daraa.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir saat berbincang dengan keluarga pengungsi asal Suriah di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dato Tahir kunjungi kamp pengungsi Suriah lagi

Selain ke Yordania, dia juga akan mengunjungi kamp pengungsi di Libanon.

Bos Mayapada Group Dato Tahir berbincang dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, pada 27 Oktober 2016. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Dato Tahir berencana tengok pengungsi di Libanon dan Irak

Dia sudah dua kali mengunjungi kamp pengungsi Suriah di Yordania.

Dato Tahir, bos Mayapada Group sekaligus pendiri Tahir Foundation, bersama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhammad Hanif Dhakiri berpose bareng 12 tenaga kerja perempuan baru dipulangkan dari Yordania pada 7 September 2017. Dato Tahir melunasi tunggakan gaji mereka tidak dibayar oleh majikan. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Taipan Indonesia lunasi tunggakan gaji 12 TKI dipulangkan dari Yordania

Paling kecil US$ 2.400 dan terbesar US$ 24 ribu, tergantung pada berapa bulan gaji tidak mereka terima.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

16 Februari 2019

TERSOHOR