kabar

Produsen film porno Prancis gugat keluarga kerajaan Arab Saudi

Film porno ini dibintangi oleh dua selingkuhan Pangeran Saud al-Faisal, yakni perempuan asal Maroko dan aktris porno Prancis.

13 April 2018 11:20

Produsen film porno asal Prancis, Atyla, telah menggugat keluarga kerajaan Arab Saudi karena belum membayar ongkos produksi film porno sebesar 90 ribu euro, merupakan pesanan mendiang Pangeran Saud al-Faisal bin Abdul Aziz.

Gugatan itu diajukan ke Pengadilan Nanterre di pinggiran Ibu Kota Paris, Prancis, akhir tahun lalu. Kabar ini muncul di tengah lawatan resmi Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. 

Dokumen pengadilan menyebutkan film porno itu dibuat untuk konsumsi pribadi Pangeran Saud al-Faisal. Syuting dilakukan di apartemen milik keluarga sang pangeran dan kamar di sejumlah hotel di Paris.

Film porno ini dibintangi oleh dua selingkuhan Pangeran Saud al-Faisal, yakni perempuan asal Maroko dan aktris porno Prancis. 

Atyla bilang Pangeran Saud al-Faisal tidak pernah membayar biayai produksi film porno itu hingga dia meninggal pada 9 Juli 2015. Pangeran Saud al-Faisal adalah menteri luar negeri Arab Saudi terlama, menjabat selama 1975-2015.

Lulusan Universitas Princeton, Amerika Serikat, itu menguasai tujuh bahasa asing. Dia menikahi sepupunya, Jauhara binti Abdullah bin Abdurrahman, dan dikaruniai tiga putra serta tiga putri. 

Kabar gugatan atas keluarga kerajaan Arab Saudi ini muncul setelah beberapa waktu lalu seorang hakim di sebuah pengadilan Paris mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Puteri Hassa binti Salman, anak perempuan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz.

Perempuan 43 tahun itu kabur ke negaranya pada 2016 setelah menyuruh seorang pengawalnya menyiksa seorang dekorator, karena dituduh memotret apartemennya di Paris. 

Sumber Albalad.co dekat dengan keluarga kerajaan Arab Saudi mengungkapkan sudah rahasia umum para pangeran Saudi gemar bermain berpesta seks dan bermain dengan pelacur. Dia mencontohkan Pangeran Sultan bin Abdul Aziz adalah biseksual dan Pangeran Humud bin Abdul Aziz merupakan gay. 

 

 

Suasana di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi,  setelah sebuah derek raksasa jatuh pada 11 September 2015. Insiden ini menewaskan 111 jamaah haji dan melukai lebih dari 200 orang lainnya.  (Al-Arabiya)

Arab Saudi akan adili ulang kasus derek jatuh di Masjid Al-Haram

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz juga belum menepati janji untuk membayar santunan satu juta riyal bagi keluarga korban meninggal dan 500 ribu riyal kepada kerabat korban cedera.

Kabah dilihat dari lantai atas Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah haji Qatar harus terbang lewat Kuwait atau Oman

Arab Saudi bareng Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir sejak tahun lalu memberlakukan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar.

Mobil milik ibu dua anak bernama Silmi al-Barkati, hangus dibakar kawanan pemuda di tempat tinggalnya di Desa Samad, Kabupaten Jumum, Provinsi Makkah, Arab Saudi. Kejadian ini berlangsung pada 1 Juli 2018. (Saudi Gazette)

Polisi Makkah tangkap dalang pembakar mobil milik ibu dua anak

Mulai 24 Juni lalu, pemerintah Arab Saudi mengizinkan kaum hawa menyetir mobil dan mengendarai sepeda motor.

Syekh Rasyid bin Hamad asy-Syarqi, putra kedua emir Fujairah, Uni Emirat Arab. (fujairahinfocusblogspot.com)

Pangeran dari UEA kabur minta suaka ke Qatar

Syekh rasyid mengaku diperas oleh badan intelijen UEA. Dia menglaim telah mentranfer fulus US$ 70 juta ke sejumlah rekening di beberapa negara.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Arab Saudi akan adili ulang kasus derek jatuh di Masjid Al-Haram

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz juga belum menepati janji untuk membayar santunan satu juta riyal bagi keluarga korban meninggal dan 500 ribu riyal kepada kerabat korban cedera.

18 Juli 2018

TERSOHOR