kabar

Indonesia kecam penggunaan senjata kimia

Meski mengecam, Indonesia tidak menuding Suriah sebagai pelaku serangan senjata kimia di Duma.

20 April 2018 20:34

Pemerintah Indonesia mengecam penggunaan senjata kimia, seperti diduga dilakukan dalam insiden terjadi di Duma, Ghuta Timur, Suriah, Sabtu dua pekan lalu.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan sikap Indonesia itu saat menerima Duta Besar Amerika Serikat Joseph Donovan, Duta Besar Inggris Moazzam Malik, dan Duta Besar Prancis Jean-Charles Berthonnet di kantornya kemarin.

"Ibu menteri luar negeri (Retno Marsudi) kembali menegaskan kita mengecam dengan keras penggunaan senjata kimia oleh siapapun," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir dalam jumpa pers mingguan di kantornya hari ini.

Dia menjelaskan pemerintah Indonesia merasa prihatin dengan perkembangan terbaru di Suriah setelah insiden di Duma. Menteri Retno, lanjut dia, meminta semua pihak untuk menahan diri dan memperhatikan aspek kemanusiaan, khususnya terhadap perempuan dan anak-anak.

Arrmanatha menambahkan Menteri Retno meminta kepada semua pihak untuk menghormati hukum internasional, khususnya terkait piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai perdamaian.

Menteri Retno, kata dia, menekankan perdamaian di negara Syam tersebut hanya dapat terwujud melalui proses pembicaraan damai. Pemerintah Indonesia mendorong semua pihak mengambil langkah tersebut.

Meski mengecam, Indonesia tidak menuding Suriah sebagai pelaku serangan senjata kimia di Duma.

Mengenai keadaan warga negara Indonesia menetap di Suriah, Arrmanatha mengungkapkan pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Damaskus telah melakukan repatriasi ribuan warga Indonesia dari Suriah sejak pemberontakan meletup di negara itu pada 2011. "Namun sampai saat ini masih ada sekitar dua ribu WNI. Sebagian besar masuk ke sana itu secara ilegal karena kita tidak memiliki moratorium (pengiriman tenaga kerja)," ujarnya.

Arramanatha mengatakan KBRI Damaskus terus menjalin komunikasi dan berkoordinasi dengan warga negara Indonesia bermukim di Suriah. Pihak KBRI juga rutin menginformasikan bila ada hal-hal darurat memang harus dan penting diketahui oleh masyarakat Indonesia di Suriah.

Menurut dia, Kementerian Luar Negeri Sabtu pekan lalu juga telah mengeluarkan peringatan, isinya meminta warga negara Indonesia untuk tidak bepergian ke Suriah.   

Arrmanatha memastikan serangan gabungan dilakukan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis tidak membahayakan keselamatan warga negara Indonesia di Suriah. Sebab serangan udara itu dilancarkan terhadap fasilitas-fasilitas militer milik rezim Presiden Basyar al-Assad.

Dua pekan terakhir masyarakat internasional ramai membicarakan Suriah. Dimulai dengan klaim pasukan pemerintah Basyar al-Assad menembakkan gas beracun ke Duma, Ghuta Timur, Suriah, pada 7 April. Insiden ini mengakibatkan lebih dari 70 orang tewas.

Serbuan itu terjadi beberapa hari setelah rezim Assad bersepakat dengan kelompok pemberontak di Duma. Isinya warga Duma dan pemberontak boleh meninggalkan wilayah telah lama dikepung pasukan pemerintah Suriah menuju Idlib.

Seminggu setelah dugaan serangan senjata kimia di Duma, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis menembakkan seratusan peluru kendali ke tiga target di Ibu Kota Damaskus dan Homs, diduga sebagai pusat riset dan gudang senjata kimia milik rezim Assad.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan mengklaim Suriah selama beberapa tahun terakhir selalu menggunakan senjata kimia secara berulang-ulang, yang ditujukan kepada warga negaranya sendiri.

Padahal, lanjut Donovan, Suriah adalah salah satu negara telah sepakat untuk menyerahkan semua senjata kimia dimiliki berdasarkan Konvensi Pelarangan Senjata Kimia. Dia menekankan Suriah telah menandatangani Konvensi Senjata Kimia pada 2013. Konvensi ini melarang negara penandatangan untuk menggunakan senjata kimia.

"Tujuan pertemuan kami adalah untuk mendiskusikan tindakan berulang Suriah menggunakan senjata kimia kepada warga negara mereka sendiri, kejadian paling baru serangan senjata kimia terhadap warga sipil (di Duma) pada 7 April," kata Donovan.

Dia menambahkan serangan udara dilakukan terhadap tiga sasaran di Damaskus dan Homs pada Sabtu pekan lalu bertujuan melemahkan kemampuan senjata kimia Suriah dan membuat mereka jera agar tidak menggunakan senjata kimia lagi.

Donovan menegaskan Amerika Serikat dan sekutunya sejatinya sudah mengambil langkah diplomasi untuk menghindari situasi tersebut.  

Menurut Duta Besar Prancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet, Amerika, Inggris, dan Prancis sebenarnya ingin bertindak dalam kerangka Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Namun, dia melanjutkan, beberapa tahun terakhir sudah enam rancangan resolusi mengenai penggunaan senjata kimia oleh rezim Basyar al-Assad diveto oleh Rusia.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel akui pasok senjata ke para pemberontak Suriah

Namun sokongan dari Israel ini masih lebih kecil ketimbang bantuan dari Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Amerika Serikat.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel danai dan persenjatai 12 kelompok pemberontak di Suriah

Tiap pemberontak mendapat bayaran US$ 75 saban bulan. Juga ada dana tambahan untuk 12 kelompok pemberontak buat membeli senjata di pasar gelap Suriah.

Militer Israel memberikan pertolongan pertama terhadap satu dari empat anak yatim piatu Suriah menjadi korban luka dalam perang, sebelum dilarikan ke rumah sakit di Israel pada 29 Juni 2018. )the Israel Defense Forces)

Israel selamatkan 800 relawan Helm Putih dari Suriah

Evakuasi itu dilakukan setelah Inggris, Jerman, dan Kanada bersedia memberikan suaka.

Bos Mayapada Group Dato Tahir berbincang dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, pada 27 Oktober 2016. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Senjata bikinan Israel ditemukan dalam gudang senjata ISIS

Israel dan ISIS memang memiliki kepentingan sama, yakni menggulingkan rezim Basyar al-Assad disokong oleh Iran.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Pencarian pemuda Israel hilang di Bali dihentikan

Aviv berlibur ke Bali sendirian dan ini merupakan lawatan pertamanya ke Indonesia. Dia tiba di Bali pada 25 Mei lalu.

16 Juli 2019

TERSOHOR