kabar

Kudeta gagal di Arab Saudi

Baku tembak di sekitar istana Raja Salman berlangsung 2-3 jam.

22 April 2018 22:25

Perselisihan tajam dalam keluarga kerajaan Arab Saudi mulai terkuak di masyarakat umum, setelah baku tembak sengit terjadi kemarin malam di sekitar istana Raja Salman bin Abdul Aziz, kawasan Khuzama, Ibu Kota Riyadh. 

Sumber Albalad.co dekat dengan keluarga kerajaan har ini bilang baku tembak sengit itu berlangsung sekitar 2-3 jam melibatkan kendaraan berat.

"Sampai saat ini belum diketahui ada berapa korban dalam usaha kudeta itu," katanya. "Kudeta itu gagal."

Dia menambahkan sasaran serangan adalah Raja Salman dan anaknya, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

 Sumber Albalad.co Raja Salman telah diungsikan ke pangkalan udara King Khalid Military City di timur laut Arab Saudi. 

Hingga kabar ini dilansir, belum diketahui siapa mendalangi upaya kudeta itu.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arabian Business)

Kesehatan Raja Salman mencemaskan

Raja Salman juga mengidap sakit punggung dan sakit lutut parah akibat dislokasi sendi.

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Kelompok pembangkang serukan Pangeran Ahmad rebut takhta Raja Salman

Pangeran Ahmad termasuk tiga orang menolak penunjukan Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Kudeta ancam Arab Saudi

"Dalam waktu dekat kita akan menyaksikan kudeta terhadap raja dan putera mahkota," kata Pangeran Khalid.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran pembangkang desak Raja Salman lengser

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz cocok menjadi pengganti.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

16 Februari 2019

TERSOHOR