kabar

Bakal ada penangkapan besar-besaran di Arab Saudi setelah kudeta gagal

Rezim berkuasa di Arab Saudi berupaya keras menyembunyikan konflik internal terjadi dalam keluarga kerajaan.

24 April 2018 21:25

Muncul kekhawatiran Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman akan melakukan gelombang penangkapan besar-besaran tahap kedua terhadap para penentangnya, setelah upaya kudeta gagal pada Sabtu malam pekan lalu.  

Sumber Albalad.co dalam lingkungan istana mengungkapkan rezim berkuasa di Arab Saudi berupaya keras menyembunyikan konflik internal terjadi dalam keluarga kerajaan. "Padahal kenyataannya ada perselisihan tajam di antara mereka," katanya hari ini.

Sumber ini memperingatkan akan ada penangkapan besar-besaran gelombang kedua.

Penangkapan besar-besaran terhadap orang-orang dianggap terlalu kritis terhadap penguasa sudah dimulai sejak Pangeran Muhammad bin Salman ditunjuk sebagai putera mahkota pada Juni tahun lalu. Ulama, aktivis, dan wartawan menjadi korban penagkapan dan masih ditahan tanpa proses pengadilan.

Atas nama kampanye antikorupsi, anak dari Raja Salman ini selama November 2017-Januari 2018 membekuk sekaligus menahan lusinan pangeran, konglomerat, dan pejabat.

Upaya kudeta terjadi Sabtu malam pekan lalu. Baku tembak sekitar 2-3 jam berlangsung di Istana Auja milik Raja Salman bin Abdul Aziz, berlokasi di kawasan Khuzama, Ibu Kota Riyadh.

Sumber Albalad.co bilang Raja Salman langsung diselamatkan ke pangkalan militer King Khalid Military City di timur laut Arab Saudi. 

Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Middle East Monitor)

Bin Salman kembali rampas dan bekukan properti milik pangeran dan pengusaha

Mereka yang menjadi korban termasuk Pangeran Badr bin Abdul Aziz, adik dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Para pangeran senior Saudi kecewa dengan kepemimpinan Bin Salman

Konflik internal dalam keluarga Bani Saud meletup setelah Raja Salman mengangkat Bin Salman sebagai wakil putera mahkota pada April 2015.

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Arab Saudi segera adili lagi ulama-ulama pengkritik Bin Salman

Dalam sidang sebelumnya,jaksa telah menuntut hukuman mati terhadap Syekh Salman, Syekh Awad, dan Syekh Ali al-Umari.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Saudi serukan penggulingan Raja Salman dan putera mahkota

Upaya kudeta pernah terjadi April tahun lalu, ketika istana Raja Salman di Ibu Kota Riyadh diserang.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

UEA bangun kembali dua gereja dirusak ISIS di Mosul

UEA juga akan membangun kembali Masjid Agung An-Nuri, berusia lebih dari 840 tahun. Di masjid inilah, pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi mengumumkan berdirinya khilafah dengan dirinya sebagai khalifah.

15 Oktober 2019

TERSOHOR