kabar

Imam Besar Al-Azhar, mufti Irak dan Damaskus hadiri KTT Ulama Internasional di Bogor

Tidak ada agenda khusus untuk membahas perang di Suriah, Yaman, dan rencana Amerika Serikat memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

26 April 2018 05:19

Indonesia akan menjadi tuan rumah Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Tokoh Islam Internasional tentang Wasatiyyat Islam untuk Peradaban Dunia. Acara ini akan digelar pada 1-3 Mei di Bogor, Jawa Barat, dan 4 Mei di Jakarta.

Dalam jumpa pers kemarin di Kantin Diplomasi Kementerian Luar Negeri, Utusan Khusus Presiden Untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban Dien Syamsuddin menjelaskan KTT Ulama dan Tokoh Islam Internasional itu menurut rencana akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dia menambahkan Wasatiyyat Islam adalah ajaran konsep atau ajaran Islam yang sentral mengenai bersikap moderat, toleran, penengah, atau dengan kata lain Islam rahmatan lil alamin.

Menurut Dien, KTT Ulama dan Tokoh Islam Internasional ini akan dihadiri sekitar 50 ulama dari luar negeri dan 50 ulama dalam negeri. Mereka di antaranya berasal dari Uni Emirat Arab, Kuwait, Libanon, Suriah, Aljazair, Singapura, Filipina, India, Bangladesh, Cina, Australia, Prancis, Kanada, Amerika Serikat, Brunei Darussalam, Jepang, Thailand, Malaysia, Arab Saudi, Uzbekistan, Inggris, Rusia, Iran, Timor Leste, Sri Lanka, Palestina, Italia, Bosnia Herzegovina, dan Yordania.

"Yang kita undang adalah tokoh ulama punya pengetahuan keagamaan luas dan pengaruhnya, baik dalam skala nasional di negaranya maupun di dunia," katanya.

Salah satu ulama berpengaruh akan hadir dalam KTT Ulama dan Tokoh Islam Internasional itu adalah Imam Besar Al-Azhar dari Mesir Syekh Ahmad Muhammad ath-Thayyib. Dien mengatakan Syekh akan menjadi pembicara utama dalam pembukaan KTT tersebut.   

Selain itu, lanjut Dien, KTT Ulama dan Tokoh Islam Internasional ini juga akan dihadiri oleh Mufti Agung Libanon Dr Abdul Latif Dariyan, Mufti Damaskus Dr Abdul Fattah Bizm, Mufti Agung Irak Syekh Mahdi as-Sumaidai, dan Wakil Mufti Yerusalem Ibrahim Audallah.  .

Lebih lanjut Dien mengungkapkan dalam KTT Ulama dan Tokoh Islam Internasional itu Indonesia akan mengusulkan tentang konsepsi Wasatiyyat Islam, penerapan konsep Wasatiyyat Islam dalam konteks sejarah peradaban Islam, dan Wasatiyyat Islam dalam konteks peradaban dunia saat ini, dan pengalaman Indonesia.

Dien menekankan Wasatiyyat Islam sejatinya sudah mendarah daging di Indonesia, sudah menjadi bagian dari keberagaman umat Islam di Indonesia. Dien menambahkan ini adalah hasil dari modus masuknya Islam dan penyebaran Islam di Indonesia.

Menurut Dien, KTT Ulama dan Tokoh Internasional itu akan menghasilkan beragam kesepakatan dituangkan dalam dokumen disebut Pesan Bogor.

Meski banyak ulama dan tokoh Islam dunia berkumpul dalam KTT tersebut, Dien menyatakan tidak ada agenda khusus untuk membahas perang di Suriah, Yaman, dan rencana Amerika Serikat memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 12 Februari 2019. (Twitter)

Bin Salman perintahkan pembebasan segera 2.107 warga Pakistan dari penjara di Saudi

Bin Salman bilang dirinya adalah duta besar Pakistan untuk Arab Saudi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Maroko Nasir Burita. (Middle East Monitor)

Netanyahu bertemu menteri luar negeri Maroko

Netanyahu dijadwalkan ke negara Arab magribi itu bulan depan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Bandar al-Galud)

Putera mahkota Arab Saudi batalkan lawatan ke Indonesia

Kunjungan ke Mayasia juga dibatalkan.

Menteri Luar Negeri Yaman duduk di samping Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat pembukaan konferensi perdamaian di Timur Tengah, digelar pada 14 Februari di Ibu Kota Warsawa, Polandia. (Arab Observer)

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.





comments powered by Disqus