kabar

Isi kesepakatan nuklir Iran

Pada 16 Januari 2016, IAEA telah memverifikasi Iran sudah mematuhi isi perjanjian. Kemudian pada Februari tahun ini, IAEA kembali membenarkan Iran tidak melanggar isi kesepakatan.

09 Mei 2018 08:27

Pada 14 Juli 2015 di Ibu Kota Wina (Austria), Iran telah menandatangani JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) dengan Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, Cina, dan Jerman untuk mengakhiri program senjata nuklirnya.

Namun kesepakatan ini tidak mencakup soal program peluru kendali balistik Iran yang juga dikenai sanksi oleh Amerika dan negara-negara lainnya.

Pada 16 Januari 2016, IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional) telah memverifikasi Iran sudah mematuhi isi perjanjian. Kemudian pada Februari tahun ini, IAEA kembali membenarkan Iran tidak melanggar isi kesepakatan.

Sesuai Perjanjian Wina itu, seluruh sanksi Amerika dan Uni Eropa serta sebagian besar sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas Iran bakal dicabut. Namun embargo PBB mengenai penjualan senjata konvensional dan peluru kendali balistik ke Iran akan tetap berlaku hingga 2020 dan 2023.

Dalam kesepakatan ini, Iran setuju mengurangi jumlah uranium telah dikayakan dari 19 ribu menjadi 5.060 dalam satu dasawarsa. Teheran mengizinkan IAEA memeriksa tambang uranium, fasilitas pengayaan, tempat penyimpanan, dan bengkel sentrifugal dalam 25 tahun ke depan.

Iran juga sepakat menurunkan cadangan uranium telah dikayakan dari 10 ribu kilogram menjadi tiga ribu kilogram untuk 15 tahun mendatang. Iran juga akan mengubah fasilitas-fasilitas nuklirnya.

Kuasa Usaha Sementara Indonesia untuk Suriah Didi Wahyudi pada Jumat, 28 Agustus 2015, melepas 13 tenaga kerja perempuan akan dipulangkan ke Indonesia. (KBRI Damaskus buat Albalad.co)

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 12 Februari 2019. (Twitter)

Putera mahkota Saudi tiba di Jakarta Senin sore

Ini bakal menjadi lawatan luar negeri pertama Bin Salman setelah citra Saudi dan dirinya ternoda akibat pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.

Putera Mahkota Arab Saudi bin Salman saat berada di atap Kabah pada 12 Februari 2019. (Twitter)

Anak Raja Salman dikecam karena naik ke atap Kabah

Ratusan aparat keamanan mengelilingi Kabah dan hanya menyisakan dua jalur bagi jamaah buat bertawaf.

Putera Mahkota Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz keluar dari dalam Kabah pada 12 Februari 2019. (Twitter)

Lawatan anak Raja Salman ke Indonesia terkesan dirahasiakan

Berbeda dengan lawatan sang ayah, Raja Salman. Gembar gembornya sudah terdengar sebulan sebelumnya





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

tkw suriah

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

15 Februari 2019

TERSOHOR