kabar

Turki usir duta besar Israel

Turki kemarin menarik duta besarnya dari Amerika dan Israel.

15 Mei 2018 20:32

Kementerian Luar Negeri Turki hari ini memanggil Duta Besar Israel untuk Turki Eitan Naeli.

Kementerian Luar Negeri Turki meminta Naeli segera meninggalkan negara itu.

Keputusan ini diambil Turki sebagai protes terhadap penggunaan kekerasan berlebihan oleh militer Israel terhadap demnstran di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel.

Sekitar 45 ribu warga Gaza kemarin berunjuk rasa menolak peresmian Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem. Unjuk rasa ricuh ini mengakibatkan 60 orang terbunuh, termasuk satu bayi berumur delapan bulan, dan lebih dari 2.400 lainnya luka.

Turki kemarin menarik duta besarnya di Amerika dan Israel.

Secara keseluruhan korban tewas di Gaza dalam protes sejak delapan pekan lalu berjumlah 106 orang dan hampir sembilan ribu lainnya cedera.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi di Istana As-Salam di Kota Jeddah, Arab Saudi, 22 Mei 2018. (SPA)

Anak Raja Salman masih hidup

Pangeran Muhammad bin Salman memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi Selasa lalu.

Demonstrasi menolak rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem berlangsung di Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia batalkan kebijakan visa bagi warga Israel

Israel memang tidak memiliki hubungan resmi dengan Indonesia, namun kedua negara menjalin hubungan ekonomi. Alhasil, warga Israel bisa berkunjung ke Indonesia menggunakan visa pelancong dan bisnis.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bom waktu di negara Kabah

Raja Salman sudah menanam bom waktu itu sejak April 2015, tiga bulan setelah dirinya naik takhta.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Arab Saudi serukan kudeta terhadap Raja Salman

"Kalau Ahmad dan Muqrin bersatu, saya yakin 99 persen anggota keluarga kerajaan, pasukan keamanan, dan tentara akan mendukung mereka," kata Pangeran Khalid, mendapat suaka politik di Jerman sedari 2013.





comments powered by Disqus