kabar

Turki usir duta besar Israel

Turki kemarin menarik duta besarnya dari Amerika dan Israel.

15 Mei 2018 20:32

Kementerian Luar Negeri Turki hari ini memanggil Duta Besar Israel untuk Turki Eitan Naeli.

Kementerian Luar Negeri Turki meminta Naeli segera meninggalkan negara itu.

Keputusan ini diambil Turki sebagai protes terhadap penggunaan kekerasan berlebihan oleh militer Israel terhadap demnstran di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel.

Sekitar 45 ribu warga Gaza kemarin berunjuk rasa menolak peresmian Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem. Unjuk rasa ricuh ini mengakibatkan 60 orang terbunuh, termasuk satu bayi berumur delapan bulan, dan lebih dari 2.400 lainnya luka.

Turki kemarin menarik duta besarnya di Amerika dan Israel.

Secara keseluruhan korban tewas di Gaza dalam protes sejak delapan pekan lalu berjumlah 106 orang dan hampir sembilan ribu lainnya cedera.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 12 Februari 2019. (Twitter)

Bin Salman perintahkan pembebasan segera 2.107 warga Pakistan dari penjara di Saudi

Bin Salman bilang dirinya adalah duta besar Pakistan untuk Arab Saudi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Maroko Nasir Burita. (Middle East Monitor)

Netanyahu bertemu menteri luar negeri Maroko

Netanyahu dijadwalkan ke negara Arab magribi itu bulan depan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Bandar al-Galud)

Putera mahkota Arab Saudi batalkan lawatan ke Indonesia

Kunjungan ke Mayasia juga dibatalkan.

Menteri Luar Negeri Yaman duduk di samping Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat pembukaan konferensi perdamaian di Timur Tengah, digelar pada 14 Februari di Ibu Kota Warsawa, Polandia. (Arab Observer)

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.





comments powered by Disqus