kabar

Bom waktu di negara Kabah

Raja Salman sudah menanam bom waktu itu sejak April 2015, tiga bulan setelah dirinya naik takhta.

22 Mei 2018 13:50

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz menyadari hubungan antara keluarganya, terutama Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, dengan keluarga besar Bani Saud sudah tidak harmonis. Perselisihan tajam muncul antara anak Raja Salman itu dengan sepupu dan paman-pamannya. 

Karena itulah, penguasa negara Kabah ini berupaya mendamaikan. Namun usaha itu sejauh ini belum berhasil. "Saya baru dapat kabar Raja Salman menunda pertemuan dengan saudara-saudaranya sedarah di istana di Riyadh untuk mendamaikan hubungan dengan Pangeran Muhammad bin Salman," kata sumber Albalad.co dalam lingkungan istana hari ini. 

Arab Saudi memang tidak adem ayem seperti kelihatan dari luar. Gonjang ganjing dalam keluarga kerajaan ditutup rapat. Kalaupun sampai bocor keluar, media domestik tidak berani memberitakan apalagi menyelidiki lebih dalam.

Seperti insiden baku tembak terjadi di Istana Auja milik Raja Salman, berlokasi di Ibu Kota Riyadh. Pemerintah Arab Saudi mengklaim pasukan keamanan menembaki pesawat nirawak. 

Namun tiga sumber Albalad.co dalam lingkungan istana membantah. Mereka memastikan baku tembak itu merupakan upaya kudeta buat menggulingkan Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman.

"Kalau cuma menjatuhkan pesawat nirawak, masak ada baku tembak lebih dari sejam," kata salah satu sumber. "Mestinya cukup memakai pengacak sinyal."

Raja Salman sudah menanam bom waktu itu sejak April 2015, tiga bulan setelah dirinya naik takhta menggantikan mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz.

Untuk pertama kali sejak Arab Saudi berdiri pada 1937, Raja Salman memberhentikan Putera Mahkota Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz. Biasanya putera mahkota diganti jika meninggal.

Wakil Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Nayif, merupakan keponakan Raja Salman, naik posisi menjadi putera mahkota. Pangeran Muhammad bin Salman diangkat sebagai wakil putera mahkota menggantikan jabatan ditinggal abang sepupunya itu. 

Karier Pangeran Muhammad bin Salman kian moncer. Pada 21 Juni 2017, Pangeran Muhammad bin Salman naik jabatan menjadi putera mahkota setelah Raja Salman mencopot Pangeran Muhammad bin Nayif.

Cuma butuh dua tahun bagi Pangeran Muhammad bin Salman untuk menjadi orang paling berkuasa setelah Raja Salman. Selain menjabat putera mahkota, dia merupakan menteri pertahanan, kepala Dewan Ekonomi dan Pembangunan, dan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi. 

Tentu meroketnya posisi Pangeran Muhammad bin Salman dan masuk jalur menjadi raja dalam waktu sangat singkat membikin iri dan sakit hati banyak pangeran, terutama Pangeran Muqrin dan Pangeran Muhammad bin Nayif dari jalur menuju singgasana. Apalagi tahun ini dia baru berumur 33 tahun. 

Sesuai konsensus berlaku sejak pendiri Arab Saudi Raja Abdul Aziz wafat, takhta diturunkan ke adik bukan ke anak. Dengan menjadikan Pangeran Muhammad bin Salman sebagai calon raja, Raja Salman telah mengubah tradisi. Padahal dia masih memiliki 13 adik menunggu antrean buat naik takhta. 

Alhasil, tidak mengherankan kalau sudah terjadi beberapa kali upaya pembunuhan terhadap Pangeran Muhammad bin Salman.

Sumber Albalad.co mencontohkan tahun lalu anak dari Pangeran Muqrin berusaha membunuh Pangeran Muhammad bin Salman, tapi tembakannya meleset. Pangeran Muhammad bin Salman cuma luka ringan di tangan kiri. 

Perpecahan keluarga Bani Saud kian terbuka setelah Pangeran Muhammad bin Salman selama November 2017-Januari 2018, menangkapi dan menahan lusinan pangeran atas nama korupsi. Kenyataannya yang diincar adalah anggota keluarga Pangeran Talal bin Abdul Aziz, mendiang Raja Fahad bin Abdul Aziz, dan mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz.

Situasi makin buruk ini memunculkan suara untuk menumbangkan Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman. Seperti diserukan Pangeran Khalid bin Farhan, bermukim di Jerman sejak 2013 setelah mendapat suaka politik. 

Dalam wawancara khusus dengan Middle East Eye, Pangeran Khalid meminta kepada dua pamannya, bekas Menteri Dalam Negeri Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dan mantan Putera Mahkota Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz, untuk bersatu buat menumbangkan Raja Salman. Alasannya, sejak Raja Salman naik takhta pada Januari 2015, Arab Saudi menjadi rusak lantaran kebijakan domestik dan luar negerinya. Selain itu, perpecahan dalam keluarga Bani Saud kian tajam.

"Kalau Ahmad dan Muqrin bersatu, saya yakin 99 persen anggota keluarga kerajaan, pasukan keamanan, dan tentara akan mendukung mendukung mereka," ujar Pangeran Khalid.

Dia memperingatkan kemarahan sudah memuncak dalam keluarga Bani Saud terhadap Pangeran Muhammad bin Salman. Kalau sudah meledak, kekacauan bisa membekap negara Kabah.

 

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Kelompok pembangkang serukan Pangeran Ahmad rebut takhta Raja Salman

Pangeran Ahmad termasuk tiga orang menolak penunjukan Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Kudeta ancam Arab Saudi

"Dalam waktu dekat kita akan menyaksikan kudeta terhadap raja dan putera mahkota," kata Pangeran Khalid.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mencium tangan abang tirinya, Pangeran Talal bin Abdul Aziz saat datang menjenguk di Rumah Sakit Raja Faisal, Riyadh, November 2017. (Sabq)

Raja Salman bela anaknya meski tangkapi ulama

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman diangkat menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, Arab Saudi sudah menahan lusinan ulama, wartawan, aktivis, dan akademisi semena-mena tanpa proses peradilan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Raja Salman berencana copot anaknya dari jabatan putera mahkota

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz, adik dari Raja Salman, merupakan pengganti cocok.





comments powered by Disqus