kabar

Libya akan gelar pemilihan umum Desember tahun ini

Saiful Islam Qaddafi, putra dari mendiang pemimpin Libya Muammar Qaddafi, sudah menyatakan akan ikut dalam pemilihan umum.

30 Mei 2018 11:45

Dua pemerintahan di Libya - Tripoli dan Tobruk - kemarin setuju untuk menggelar pemilihan presiden dan parlemen pada 10 Desember mendatang. Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan di Ibu Kota Paris dan digagas oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron. 

Fayiz as-Sarraj, penasihat bagi perdana menteri berbasis di Tripoli dan diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, bilang kesepakatan itu termasuk perampungan rancangan konstitusi paling lambat 16 September. 

Sarraj bareng Khalifah Haftar - kepala pemerintahan di Tobruk, serta dua ketua parlemen menghadiri pertemuan Paris itu.

Macron menyebut kesepakatan ini sebagai langkah penting menuju rekonsiliasi di Libya. 

"Tantangan akan kita hadapi ke depan akan terus ada dan berkembang," kata Sarraj. 

Libya dikoyak ketidakstabilan setelah tumbangnya rezim Muammar Qaddafi pada 2011. Haftar yang membuat pemerintahan sendiri di Tobruk, mendapat sokongan dari Prancis, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Rusia.

Saiful Islam Qaddafi, putra dari mendiang pemimpin Libya Muammar Qaddafi, sudah menyatakan akan ikut dalam pemilihan umum.

Seorang perempuan tua menjunjung dua kotak makanan seusai mencoblos dalam referendum di Mesir pada 20 April 2019. (Twitter)

Rakyat Mesir setuju Presiden Sisi menjabat hingga 2030

Sejak terpilih sebagai presiden pada 2014, Sisi telah menahan 60 ribu aktivis.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bareng istri (Sara) dan dua putranya, Yair dan Yoav, pelesiran ke Dataran Tinggi Golan pada 23 April 2019. (Twitter/@netanyahu)

Netanyahu sekeluarga pelesiran ke Golan

Israel akan membangun permukiman baru Yahudi di Golan, diberi nama permukiman Donald Trump.

Arab Saudi (Wikipedia)

Arab Saudi pancung 37 warganya

Bahkan salah satu yang telah dieksekusi disalib di depan umum.

Ribuan demosntran berunjuk rasa di luar istana Presiden Sudan Umar al-Basyir sejak Sabtu, 6 April 2019. (CNN)

Mantan Presiden Basyir huni sel berpenyejuk udara

Basyir ditangkap dan bakal diadili dengan dakwaan kasus pencucian uang setelah aparat intelijen militer menemukan fulus lebih dari Rp 98 miliar dari kediamannya di Khartum.





comments powered by Disqus