kabar

Arab Saudi terbitkan SIM perdana untuk kaum hawa

Perempuan Saudi boleh menyetir mobil mulai 24 Juni.

04 Juni 2018 22:35

Departemen Lalu Lintas Arab Saudi mulai hari ini menerbitkan surat izin mengemudi (SIM) bagi kaum hawa.

Penerima SIM perdana itu adalah seorang perempuan telah memiliki SIM internasional. Namun identitasnya tidak disebutkan.

"Ribuan selamat bagi kaum hawa Arab Saudi setelah SIM pertama diterbitkan," tulis akun Twitter @saudalzmanan, dibarengi rekaman video serah terima SIM pertama untuk perempuan Arab Saudi.

Direktur Jenderal Departemen Lalu Lintas Arab Saudi Muhammad al-Bassami bulan lalu bilang kaum hawa di negara Kabah itu boleh menyetir mobil atau mengnedarai sepeda motor mulai 24 Juni. "Semua keperluan untuk perempuan Saudi mulai menyetir telah dipersiapkan," katanya melalui keterangan tertulis.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz pada September lalu memutuskan mengizinkan perempuan mengemudi mobil mulai tahun ini. Selama ini, Arab Saudi satu-satunya negara di dunia mengharamkan kaum hawa menyetir mobil.

Untuk menghadapi momen bersejarah itu, lima perguruan tinggi di Saudi telah membentuk sekolah mengemudi bagi perempuan, yakni Universitas Puteri Nurah binti Abdurrahman di Riyadh, Universitas Raja Abdul Aziz di Jeddah, Universitas Tabuk, Universitas Taif, dan Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud.

Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmad Thayyib di Abu Dhabi, 4 Februari 2019. (WAM)

Putera mahkota Abu Dhabi kunjungi Indonesia pekan depan

Ini bakal menjadi kunjungan pertama putera mahkota Abu Dhabi ke Indonesia.

Pencarian pemuda Israel hilang di Bali dihentikan

Aviv berlibur ke Bali sendirian dan ini merupakan lawatan pertamanya ke Indonesia. Dia tiba di Bali pada 25 Mei lalu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi dukung kebijakan Cina tindas muslim Uighur

Arab Saudi sekawan menyatakan Cina berhasil mengembalikan stabilitas keamanan di Xinjiang dan menjamin hak asasi manusia bagi semua kelompok etnis di sana.

Profesor David Elad dari Universitas Tel Aviv, Israel. (eurekalert.org)

Ilmuwan Israel ciptakan rahim buatan

Para ilmuwan ini berharap rahim buatan itu dapat dijadikan tempat bagi embrio manusia untuk tumbuh dan berkembang.





comments powered by Disqus