kabar

Raja Salman kedatangan sejumlah pangeran senior saat terjadi upaya kudeta

"Ketika kejadian itu, selain ada Raja Salman dan putera mahkota, juga ada beberapa pangeran senior dan pejabat datang bersama para pengawal bersenjata," katanya sumber Albalad.co

05 Juni 2018 04:13

Misteri masih melingkupi peristiwa upaya kudeta di Istana Auja milik Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz, berlokasi di kawasan Khuzamah, Ibu Kota Riyadh. Insiden ini terjadi pada 21 April lalu.

Sumber Albalad.co dalam lingkungan istana mengungkapkan informasi terbaru seputar usaha untuk mengulingkan Raja Salman dan anaknya, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman. "Ketika kejadian itu, selain ada Raja Salman dan putera mahkota, juga ada beberapa pangeran senior dan pejabat datang bersama para pengawal bersenjata," katanya.

Hingga kini, belum diketahui siapa dalang dari upaya kudeta itu. Apakah para pangeran senior datang memang untuk memaksa Raja Salman lengser namun ditolak, sehingga terjadi baku tembak?

Sila baca: Menerka dalang upaya kudeta di Arab Saudi

Sumber tersebut menjelaskan baku tembak sengit berlangsung lebih dari sejam. Kendaraan militer bersenjata berat muncul di luar istana. Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman akhirnya diungsikan dengan helikopter ambulans udara ke pangkalan militer Raja Khalid di timur laut Arab Saudi dan dibawa ke dalam bunker.

Akhirnya, lanjut dia, diketahui Pangeran Muhammad bin Salman mengalami luka serius sehingga memaksa dia absen dari tampil di depan umum selama sebulan. "Dia menjalani perawatan lanjutan di luar Arab Saudi dengan samaran berlibur menggunakan kapal pesiar Serene di Laut Merah," ujar sumber Albalad.co ini.  

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Kelompok pembangkang serukan Pangeran Ahmad rebut takhta Raja Salman

Pangeran Ahmad termasuk tiga orang menolak penunjukan Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Kudeta ancam Arab Saudi

"Dalam waktu dekat kita akan menyaksikan kudeta terhadap raja dan putera mahkota," kata Pangeran Khalid.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mencium tangan abang tirinya, Pangeran Talal bin Abdul Aziz saat datang menjenguk di Rumah Sakit Raja Faisal, Riyadh, November 2017. (Sabq)

Raja Salman bela anaknya meski tangkapi ulama

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman diangkat menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, Arab Saudi sudah menahan lusinan ulama, wartawan, aktivis, dan akademisi semena-mena tanpa proses peradilan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Raja Salman berencana copot anaknya dari jabatan putera mahkota

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz, adik dari Raja Salman, merupakan pengganti cocok.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

16 Februari 2019

TERSOHOR