kabar

Curahan hati Aisyah Qaddafi

"Kami tidak boleh menelepon, hanya bisa menggunakan perpustakaan elektronik untuk mengajari kedua anak saya. Itulah alasannya saya hanya bisa menulis pesan kepada kamu," kata Aisyah kepada Albalad.co.

05 Juni 2018 10:50

Tujuh tahun sudah sejak ayahnya (Muammar al-Qaddafi) tewas ditembak pemberontak, Aisyah Qaddafi bareng dua anaknya dan ibunya, Safiyah, hidup sebagai pengungsi di negeri orang. Setelah dari Aljazair, Aisyah kini menetap di Oman dan di bawah perlindungan pemerintah negara Arab Teluk itu.

Setelah sempat tinggal di sebuah hotel mewah di Ibu Kota Aljir dengan penjagaan ketat, Aisyah sekeluarga mendapat suaka politik dari pemerintah Oman pada Oktober 2012.

Kepada Albalad.co beberapa waktu lalu, Aisyah bercerita dia sekeluarga mendapat jaminan perlindungan dari Sultan Oman Qabus bin Said as-Said. Namun mereka harus hidup dalam situasi sangat dikekang. Aisyah dan keluarganya tidak boleh keluar dari tempat tinggalnya.

"Tidak mudah menyeberang dari Libya ke Aljazair dan akhirnya ke Oman," kata Aisyah. "Saya telah kehilangan, ayah, suami, dua anak, dan sebagian besar anggota keluarga saya."

Aisyah menetap di Oman bersama anaknya - Ahmad (10 tahun) dan Safiyah (6 tahun) - serta ibunya, Safiyah. Dia bilang berdasarkan kesepakatan antara pemerintah Oman dan Libya, mereka harus dikekang agar tidak lagi mencampuri urusan politik domestik Libya.

"Kami tidak boleh menelepon, hanya bisa menggunakan perpustakaan elektronik untuk mengajari kedua anak saya. Itulah alasannya saya hanya bisa menulis pesan kepada kamu," kata Aisyah kepada Albalad.co. "Saya tidak mempunyai pekerjaan tapi sebagai pengungsi, semua keperluan kami diurus."

Perempuan 42 tahun ini berharap suatu hari bisa memberikan lingkungan lebih baik bagi kedua anaknya agar mereka dapat keluar dari trauma.

Beginilah kehidupan harian Aisyah. Selain salat, dia mengurus kedua anak dan ibunya. Mereka mendapat jatah makan dan minum rutin tiga kali sehari. Kesehatan ibunya sudah mulai pulih. "Tapi Ahmad saat ini dalam kondisi tidak terlalu sehat. Wajahnya pucat," ujar Aisyah.

Aisyah mengakui tempat tinggalnya di Oman tidak semewah kediamannya di Tripoli. "Saya masih menyimpan foto mosaik ayah saya. Setidaknya mereka masih menghormati saya karena membiarkan saya menyimpan kenangan saya," tuturnya. "Safiyah merasa sangat dekat dengan kakeknya meski tidak pernah bertemu."

Safiyah memang dilahirkan saat Aisyah dalam pelarian. Dia muncul ke dunia pada 30 Agustus 2011 di kota kecil Djanet.

Selain Aisyah, masih ada tiga anak Qaddafi masih hidup, yakni Muhammad, Hannibal, dan Saiful Islam Qaddafi, akan bertarung dalam pemilihan presiden pada 10 Desember mendatang. Dia masih tinggal di Libya setelah dibebaskan oleh pemberontak tahun lalu.

Tujuh tahun lalu pula saya berada di Libya melihat perang mengoyak negara kaya minyak itu. Selama di sana, saya menyusuri jejak-jejak peninggalan keluarga Qaddafi, termasuk rumah mewah Aisyah dan bunker sang ayah.

Kenangan masih saya simpan berupa foto pernikahan Aisyah pemberian seorang pemberontak. 

Seorang perempuan tua menjunjung dua kotak makanan seusai mencoblos dalam referendum di Mesir pada 20 April 2019. (Twitter)

Rakyat Mesir setuju Presiden Sisi menjabat hingga 2030

Sejak terpilih sebagai presiden pada 2014, Sisi telah menahan 60 ribu aktivis.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bareng istri (Sara) dan dua putranya, Yair dan Yoav, pelesiran ke Dataran Tinggi Golan pada 23 April 2019. (Twitter/@netanyahu)

Netanyahu sekeluarga pelesiran ke Golan

Israel akan membangun permukiman baru Yahudi di Golan, diberi nama permukiman Donald Trump.

Arab Saudi (Wikipedia)

Arab Saudi pancung 37 warganya

Bahkan salah satu yang telah dieksekusi disalib di depan umum.

Ribuan demosntran berunjuk rasa di luar istana Presiden Sudan Umar al-Basyir sejak Sabtu, 6 April 2019. (CNN)

Mantan Presiden Basyir huni sel berpenyejuk udara

Basyir ditangkap dan bakal diadili dengan dakwaan kasus pencucian uang setelah aparat intelijen militer menemukan fulus lebih dari Rp 98 miliar dari kediamannya di Khartum.





comments powered by Disqus