kabar

Pemimpin Syiah Irak ajak Yahudi Irak kembali dari Israel

Komunitas Yahudi Irak juga banyak mendiami Kuta Radja (Banda Aceh) dan Surabaya sebelum Indonesia merdeka. Mereka dikenal sebutan Yahudi Baghdadi.

06 Juni 2018 14:25

Ulama Syiah berpengaruh di Irak Muqtada as-Sadr mengajak kaum Yahudi Irak telah pindah ke Israel untuk kembali ke negara Dua Sungai itu. 

Ajakan itu dia sampaikan saat menjawab peetanyaan dari seorang pengikutnya: apakah dia bakal mengizinkan Yahudi Irak pulang. "Kalau loyalitas mereka memang terhadap Irak, mereka boleh kembali," kata pemimpin gerakan Sadr ini.

Sebelum 1947, komunitas Yahudi di Irak sekitar dua persen dari total penduduk negeri 1001 Malam itu. Namun angka mereka anjlok drastis pada 1951 lantaran banyak pindah ke Israel, negara baru dibentuk pada 1948. 

Hasil penelitian Albalad.co menunjukkan Selain komunitas Yahudi Irak juga banyak mendiami Kuta Radja (Banda Aceh) dan Surabaya sebelum Indonesia merdeka. Mereka dikenal dengan sebutan Yahudi Baghdadi.

Koalisi Sairun dipimpin Sadr baru memenangi pemilihan umum Irak digelar bulan lalu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

PBB sebut ada bukti kuat putera mahkota Arab Saudi terlibat pembunuhan Khashoggi

Turki bareng KOngres Amerika Serikat, dan CIA memang sudah menyatakan Bin Salman merupakan pemberi perintah untuk menghabisi Khashoggi.

Aviv Mishal, pemuda asal Israel dilaporkan hilang sejak berselancar di Pulau Nusa Lambongan, Bali. (Instagram)

Pemuda Israel hilang di Bali

Keberadaan Aviv Mishal tidak diketahui lagi sejak berselancar di Pulau Nusa Lambongan Senin lalu.

Mantan Presiden Mesir Muhmmad Mursi. (MidEast Posts)

Pemerintah Indonesia sampaikan duka cita kepada keluarga Mursi

Jasad Mursi dikubur diam-diam di nasr City, Kairo.

Mantan Presiden Mesir Muhmmad Mursi. (MidEast Posts)

Jasad Mursi dikubur diam-diam di Nasr City

Pihak keamanan menolak mengizinkan Mursi dimakamkan di pekuburan keluarga di kampung halamannya, Provinsi Syarqiyah.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

PBB sebut ada bukti kuat putera mahkota Arab Saudi terlibat pembunuhan Khashoggi

Turki bareng KOngres Amerika Serikat, dan CIA memang sudah menyatakan Bin Salman merupakan pemberi perintah untuk menghabisi Khashoggi.

20 Juni 2019

TERSOHOR