kabar

MUI sesalkan kunjungan Yahya Staquf ke Israel

para elite di Indonesia mestinya belajar dari kesalahan negara-negara berpenduduk mayoritas muslim - Mesir, Yordania, dan Turki - sudah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

09 Juni 2018 13:32

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sangat menyesalkan kunjungan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf ke Israel.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Muhyiddin Junaidi bilang kehadiran mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid itu hanya menguntungkan bagi propaganda Israel. Apalagi, lanjut dia, lawatan Yahya tiak tepat saat masyarakat internasional mengecam Israel telah membantai seratusan warga Palestina di Jalur Gaza, berunjuk rasa menolak pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, ke Yerusalem, pada 14 Mei lalu.

Muhyiddin menekankan para elite di Indonesia mestinya belajar dari kesalahan negara-negara berpenduduk mayoritas muslim - Mesir, Yordania, dan Turki - sudah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. "Semua sangat menyesali kebijakan tersebut karena anya dimanfaatkan untuk kepentingan luar negeri Israel," katanya kepada Albalad.co melalui WhatsApp semalam.

Israel telah mengundang Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf menjadi pembicara di Israel.

Pengundangnya adalah the Israel Council on Foreign Relations (ICFR), forum independen mempelajari dan membahas isu-isu kebijakan luar negeri, terutama terkait Israel dan bangsa Yahudi. ICFR beroperasi dengan bantuan WJC (Kongres Yahudi Dunia).

Dalam salinan surat undangan diterima Albalad.co hari ini, Yahya diminta menyampaikan kuliah umum berjudul Shifting Geopolitical Calculus: From Conflict to Cooperation. Acaranya digelar pada Rabu pekan depan pukul enam waktu setempat di the David Amar Worldwide North Africa Jewish Heritage Center, Yerusalem.

Muhyiddin menilai kehadiran Yahya dimanfaatkan oleh Israel untuk menurunkan suhu politik anti-Israel berkembangan di tengah masyarakat internasional.

Hingga kabar ini dilansir, mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid itu belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar.

Delegasi muslim asal Indonesia, termasuk dua pejabat MUI - Profesor Istibsyaroh dan Kiai Mayshudi Suhud - saat diterima di kediaman Presiden Israel Reuven Rivlin pada 18 Januari 2017. (Albalad.co/Istimewa)

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah membahas rencana pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di gedung Putih pada Senin, 5 Maret 2018, waktu Washington DC. (Twitter/@netanyahu)

Kemlu Israel tidak bantah soal adanya pertemuan Netanyahu dan Jusuf Kalla

Pertemuan berlangsung Sabtu pekan lalu di New York.

Peserta program pendidikan pertanian di the Arava International Center of Agriculture Training (AICAT), berlokasi di selatan Israel. (aicat-arava.com)

52 mahasiswa Indonesia belajar pertanian di Israel

Mereka belajar selama sepuluh bulan dan lulus Juni lalu.

Kevin, kini berumur 9 tahun, anak penderita kelainan jantung berhasil diselamatkan tim dokter di Israel pada 2011. (Albalad.co/Istimewa)

Ibunya Kevin: Saya berterima kasih dokter Israel telah selamatkan nyawa anak saya

"Saya sangat berterima kasih kepada dokter-dokter Israel karena telah menyelamatkan nyawa putra saya," ujar Sriyanti.





comments powered by Disqus