kabar

MUI sebut lawatan Yahya Staquf ke Israel rusak citra Indonesia

Pada Januari tahun ini, dua pejabat MUI - Marsudi Syuhud dan Istibsyaroh - juga berkunjung ke Israel.

09 Juni 2018 22:42

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras lawatan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf ke Israel.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Muhyiddin Junaidi menekankan lawatan mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid itu bertentangan dengan etika diplomasi, politik, dan agama. Apalagi di saat bersamaan, pasukan Israel masih menembaki demonstran Palestina di sepanjang perbatasan Jalur Gaza.

"Bahkan kunjungan menambrak rambu jibstitusi tersebut telah merusak citra Indonesia dan mengganggu hubungan Indonesia dengan Palestina serta bangsa Arab," kata Muhyidin kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp hari ini.

Muhyiddin menegaskan kunjungan Yahya ini sangat melukai perasaan umat Islam di Indonesia dan masyarakat dunia cinta damai. Karena itu, dia mengimbau ada sanksi moral dan administratif diterapkan kepada Yahya.

Yahya diundang menghadiri Forum Global AJC (Komite Yahudi Amerika) digelar di Yerusalem selama 10-13 Juni 2018. Yahya - dalam lawatan perdananya ke Israel ini - diminta menyampaikan kuliah umum berjudul Shifting Geopolitical Calculus: From Conflict to Cooperation. Acaranya digelar pada Rabu pekan depan pukul enam waktu setempat di the David Amar Worldwide North Africa Jewish Heritage Center, Yerusalem.

Di hari sama, pada jam 10-12 waktu setempat di Truman Institute Universitas Hebrew, Yahya bakal menyampaikan pandangannya mengenai Islam Tanpa Kekerasan: Perspektif Indonesia dalam Konflik Palestina-Israel.

Para peserta Forum Global AJC ini, termasuk Yahya, juga bakal diajak berkeliling mengunjungi tempat bersejarah dan strategis, membangun jaringan dengan orang-orang Yahudi dari seluruh dunia, serta bertemu para anggota Knesset (parlemen Israel).

Abdurrahman Wahid alias Gus Dur juga pernah menghadiri Forum Global AJC pada 2002, dilangsungkan di Washington DC, Amerika Serikat.

Hingga kabar ini dilansir, mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid itu belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar. Panggilan telepon tidak dijawab dan pesan tak dibalas.   

Pada Januari tahun ini, dua pejabat MUI - Marsudi Syuhud dan Istibsyaroh - juga berkunjung ke Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menerima Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf di kantornya di Yerusalem, 14 Juni 2018. (Twitter)

Netanyahu bertemu penasihat Jokowi

Kami berharap bisa makin akrab dengan Indonesia," kata Netanyahu.

Pamflet memperlihatkan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf menjadi pembicara dalam konferensi Yahudi Forum Global AJC digelar di Yerusalem selama 10-13 Juni 2018. (Albalad.co)

Palestina kecam lawatan Yahya Staquf ke Israel

Pemerintah Palestina meyakini kunjungan Yahya tidak akan mengubah sikap pemerintah dan rakyat Indonesia dalam isu Palestina.

Pamflet memperlihatkan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf menjadi pembicara dalam konferensi Yahudi Forum Global AJC digelar di Yerusalem selama 10-13 Juni 2018. (Albalad.co)

Hamas: Lawatan penasihat Jokowi ke Israel hina bangsa Palestina

Hamas menilai lawatan mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid itu merupakan dukungan besar dan pengakuan terhadap Israel.

Salinan surat undangan buat Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Staquf memberikan kuliah umum di Israel pada 13 Juni 2018. (Albalad.co)

Di konferensi pro-Israel, penasihat Jokowi tidak singgung isu Palestina

Kunjungan ini berlangsung saat pasukan Israel membantai protes damai dilakukan warga Palestina di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel.





comments powered by Disqus