kabar

Netanyahu puji kehadiran Yahya Staquf dalam konferensi Yahudi di Yerusalem

"Saya mengetahui ada yang sangat penting (dalam konferensi kali ini), benar-benar penuh harapan, selamat datang kepada kalian semua dari Indonesia," kata Netanyahu.

11 Juni 2018 06:07

Perdana Menteri Israel sangat senang dan memuji kehadiran delegasi asal Indonesia dipimpin oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf dalam konferensi Yahudi tahunan Forum Global AJC (Komite Yahudi Amerika), digelar di Yerusalem selama 10-13 Juni 2018.

Dalam pidato pembukaan semalam waktu setempat, Netanyahu menegaskan kehadiran Yahya Staquf dalam konferensi itu sangat penting. Sebab salah satu penasihat Presiden Joko Widodo ini mewakili negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia.

"Saya mengetahui ada yang sangat penting (dalam konferensi kali ini), benar-benar penuh harapan, selamat datang kepada kalian semua dari Indonesia," kata Netanyahu seraya mengarahkan pandangannya ke arah delegasi Indonesia di antara 2.400 orang hadir dalam pembukaan Forum Global AJC di Yerusalem, seperti dilansir situs resmi ajc.org. "Sekarang kami telah menjalin hubungan dengan banyak pihak di dunia muslim."

Netanyahu juga memuji AJC karena terus membela Israel di beragam forum dan menyuarakan suara pro-Israel serta Yahudi. Dia juga menyebutkan AJC adalah organisasi Yahudi Amerika pertama telah berkantor di Yerusalem sejak enam dasawarsa lalu.

Yahya datang menghadiri acara Forum Global AJC, digelar di Yerusalem selama 10-13 Juni 2018. Ini kali pertama Forum Global AJC dilakukan di luar Amerika sejak lembaga advokasi Yahudi ini berdiri 112 tahun lalu.

"Kami benar-benar terhormat menjamu Pak Yahya dalam kunjungan perdana ke Israel untuk menghadiri Forum Global kami di Yerusalem," kata Harris. Dia menambahkan mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid itu selama ini telah menginspirasi banyak pihak di Indonesia dan negara lain atas rekam jejaknya dalam mempromosikan saling pengertian antara muslim dan non-muslim serta sisi Islamnya moderat dan toleran.

Selain menghadiri acara itu, Yahya - dalam lawatan perdananya ke Israel ini - diminta menyampaikan kuliah umum berjudul Shifting Geopolitical Calculus: From Conflict to Cooperation. Acaranya digelar pada Rabu pekan depan pukul enam waktu setempat di the David Amar Worldwide North Africa Jewish Heritage Center, Yerusalem.

Di hari sama, pada jam 10-12 waktu setempat di Truman Institute Universitas Hebrew, Yahya bakal menyampaikan pandangannya mengenai Islam Tanpa Kekerasan: Perspektif Indonesia dalam Konflik Palestina-Israel.

Sumber Albalad.co di Yerusalem mengungkapkan Yahya datang setidaknya bareng dua orang Indonesia lainnya. Namun dia tidak mengetahui identitas aanggota delegasi Indonesia lainnya.

Para peserta Forum Global AJC ini, termasuk Yahya, juga bakal diajak berkeliling mengunjungi tempat bersejarah dan strategis, membangun jaringan dengan orang-orang Yahudi dari seluruh dunia, serta bertemu para anggota Knesset (parlemen Israel).

Delegasi muslim asal Indonesia, termasuk dua pejabat MUI - Profesor Istibsyaroh dan Kiai Mayshudi Suhud - saat diterima di kediaman Presiden Israel Reuven Rivlin pada 18 Januari 2017. (Albalad.co/Istimewa)

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah membahas rencana pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di gedung Putih pada Senin, 5 Maret 2018, waktu Washington DC. (Twitter/@netanyahu)

Kemlu Israel tidak bantah soal adanya pertemuan Netanyahu dan Jusuf Kalla

Pertemuan berlangsung Sabtu pekan lalu di New York.

Peserta program pendidikan pertanian di the Arava International Center of Agriculture Training (AICAT), berlokasi di selatan Israel. (aicat-arava.com)

52 mahasiswa Indonesia belajar pertanian di Israel

Mereka belajar selama sepuluh bulan dan lulus Juni lalu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menerima Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf di kantornya di Yerusalem, 14 Juni 2018. (Twitter)

Netanyahu bertemu penasihat Jokowi

Kami berharap bisa makin akrab dengan Indonesia," kata Netanyahu.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).

15 Oktober 2018

TERSOHOR