kabar

Di konferensi pro-Israel, penasihat Jokowi tidak singgung isu Palestina

Kunjungan ini berlangsung saat pasukan Israel membantai protes damai dilakukan warga Palestina di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel.

11 Juni 2018 17:55

Di hari pertama pelaksanaan Forum Global AJC (Komite Yahudi Amerika) kemarin, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Staquf menjadi narasumber tunggal dalam dialog dengan Direktur Hubungan Antar Agama AJC Rabbi David Rosen.

Namun sangat disayangkan, salah satu penasihat Presiden Joko Widodo ini sama sekali tidak menyinggung isu Palestina tengah menajdi sorotan internasional. Pada kesempatan itu, Yahya memuji kinerja mendiang Presiden Abdurrahman Wahid berusaha menampilkan Islam sebagai agama toleran dan mampu membina hubungan harmonis dengan para pemeluk agama lain.

Padahal lawatan Yahya ke negara Zionis itu telah memicu polemik di dalam negeri. Kunjungan ini berlangsung saat pasukan Israel membantai protes damai dilakukan warga Palestina di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel.

Kehadiran Yahya dalam Forum Global AJC itu sangat mengusik Palestina lantaran Amerika Serikat bulan lalu memindahkan kedutaan besarnya dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, ke Yerusalem.

Selain menghadiri acara itu, Yahya - dalam lawatan perdananya ke Israel ini - diminta menyampaikan kuliah umum berjudul Shifting Geopolitical Calculus: From Conflict to Cooperation. Acaranya digelar pada Rabu pekan depan pukul enam waktu setempat di the David Amar Worldwide North Africa Jewish Heritage Center, Yerusalem.

Di hari sama, pada jam 10-12 waktu setempat di Truman Institute Universitas Hebrew, Yahya bakal menyampaikan pandangannya mengenai Islam Tanpa Kekerasan: Perspektif Indonesia dalam Konflik Palestina-Israel.

Yahya mengakui hampir dalam semua konflik terjadi di dunia ini, agama selalu menjadi pembenaran atau senjata. Karena itu, mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid ini menyerukan agar seluruh manusia menyebarluaskan kasih sayang atau rahmah sebagai satu-satunya cara untuk mencegah atau menyelesaikan konflik.   

"Kalau kita memilih rahmah, kita bisa mulai berbicara tentang keadilan. Karena keadilan bukan sekadar meminta keadilan tapi juga soal keinginan untuk memberikan keadilan kepada pihak lain," kata Yahya seperti dilansir dari situs resmi ajc.org. "Jika orang tidak mempunyai sifat rahmah, dia tidak punya keinginan untuk menciptakan keadilan bagi pihak lain."

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menerima Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf di kantornya di Yerusalem, 14 Juni 2018. (Twitter)

Netanyahu bertemu penasihat Jokowi

Kami berharap bisa makin akrab dengan Indonesia," kata Netanyahu.

Pamflet memperlihatkan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf menjadi pembicara dalam konferensi Yahudi Forum Global AJC digelar di Yerusalem selama 10-13 Juni 2018. (Albalad.co)

Palestina kecam lawatan Yahya Staquf ke Israel

Pemerintah Palestina meyakini kunjungan Yahya tidak akan mengubah sikap pemerintah dan rakyat Indonesia dalam isu Palestina.

Pamflet memperlihatkan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf menjadi pembicara dalam konferensi Yahudi Forum Global AJC digelar di Yerusalem selama 10-13 Juni 2018. (Albalad.co)

Hamas: Lawatan penasihat Jokowi ke Israel hina bangsa Palestina

Hamas menilai lawatan mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid itu merupakan dukungan besar dan pengakuan terhadap Israel.

Pamflet memperlihatkan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf menjadi pembicara dalam konferensi Yahudi Forum Global AJC digelar di Yerusalem selama 10-13 Juni 2018. (Albalad.co)

Netanyahu puji kehadiran Yahya Staquf dalam konferensi Yahudi di Yerusalem

"Saya mengetahui ada yang sangat penting (dalam konferensi kali ini), benar-benar penuh harapan, selamat datang kepada kalian semua dari Indonesia," kata Netanyahu.





comments powered by Disqus