kabar

Berharap berkah kangkangi Kabah

"Sungguh tidak pantas bangunan-bangunan tinggi berada di dekat Kabah," kata Dr. Irfan al-Alawi.

17 Juni 2018 09:55

Kemarin sore adalah kali pertama saya bertawaf. Situasi di tempat tawaf sudah penuh jamaah sehabis salat asar. 

Perilaku mereka beragam saat mengitari Kabah. Ada yang bertawaf sambil mengobrol, berzikir zahar, berzikir senyap dengan jari memilin butiran tasbih, seperti dilaporkan oleh wartawan Albalad.co Faisal Assegaf dari Kota Makkah. 

Ada pula jamaah bertawaf sambil menayangkan rekaman videonya langsung di Facebook, berhenti sebentar untuk memotret, merekam dirinya sedang bertawaf, dan sambil menelepon. Tapi saya yakin semua mengharap berkah dan rida Allah. 

Terus terang saja, saya merasa risih. Saya termasuk orang mengharapkan pula berkah dari Sang Pencipta, namun menginap di Hotel Pullman, Menara Zamzam seolah berlawanan dengan niat itu. 

Ironis memang. Kabah menjadi kiblat kaum muslim sejagat telah dikangkangi bangunan pencakar langit seperti hotel dan pusat-pusat belanja. Kabah menjadi arah umat Islam untuk merendahkan diri malah dikungkung gedung-gedung tinggi. 

Namun seorang jamaah menginap di Menara Zamzam berdalih. "Fasilitas ini dibangun untuk kenyamanan jamaah untuk beribadah. "Kalau semua hotel terlalu jauh dari Masjid Al-Haram, kasihan."

Modernisasi kota suci Makkah ini kerap dikritik oleh sejarawan kelahiran Makkah, Dr. Irfan al-Alawi. "Sungguh tidak pantas bangunan-bangunan tinggi berada di dekat Kabah. Mestinya radius lima kilometer dari Kabah tidak bangunan lebih tinggi dari Kabah," ujarnya. 

Sila baca:

Kita sudah terlambat buat selamatkan Makkah

Tanda kiamat telah muncul di Makkah

Saya akhirnya sadar. Bagaimana mungkin saya berharap berkah kalau saya masih lancang kangkangi Kabah. 

Syekh Bandar Abdul Aziz Balila, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tangkap satu lagi imam Masjid Al-Haram

Alhasil, sudah dua imam Masjid Al-Haram ditahan setelah Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib dibekuk bulan lalu.

Kabah dilihat dari lantai atas Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dipaksa copot jaket Barcelona depan Kabah

"Haram memakai yang ada tanda salib di depan rumab Allah (Kabah)," kata salah satu lelaki itu dalam bahasa Arab.

Suasana dalam Mal Abraj berlokasi di Menara Zamzam, dekat dengan Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Makkah tak lagi sakral

Di Bali saja, tidak boleh ada bangunan melebihi pura. Di Myanmar diharamkan membangun lebih dari tinggi pagoda.

Mukhtar Alim Syaqdar, penulis kaligrafi di kain penututp Kabah. (Saudi Gazette)

Penulis kaligrafi di kain penutup Kabah

Syaqdar memperkenalkan gagasan untuk menggunakan komputer dalam mencetak kaligrafi.





comments powered by Disqus